IMAN YANG MENYELAMATKAN(Markus 5:26-34)

Defenisi Iman terdapat dalam Ibrani 11:1 menjelaskan beberapa hal;

  1.  Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan. Artinya :

Pertama, Harapan tanpa disertai dengan kepercayaan terhadap Allah maka tidak memiliki arti apa-apa.

Kedua, harapan-harapan harus sejalan bersamaan dengan keyakinan kepada Allah.

Ketiga, harapan-harapan kita harus seimbang dengan iman kita. Harapan besar maka dituntut juga iman besar.

Keempat, harapan kita tidak boleh terpisah dengan iman kita. Iman adalah dasar dari segala sesuatu apa yang kita harapkan, apapun bentuknya.

2. Bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Artinya;

Pertama, iman berbicara ssesuatu apa yang tidak kita lihat. Firman Tuhan berkata: berbahagialah orang yang percaya bukan karena melihat.

Kedua, jika anda melihat dulu baru percaya itu bukan arti iman yang sesungguhnya.

Iman yang menjelamatkan dalam Perjanjian Baru disebut “Pisteuo” , arti harafiahnya ialah “Percaya ke dalam”. Artinya iman yang mengeluarkan seseorang dari dirinya sendiri dan menaruh dirinya di dalam Yesus Kriitus sehingga terjadilah kesatuan dengan Kristus melalui iman.

Kepada siapakah Anda harus percaya?

  1. Kita harus Percaya kepada Allah dan Nama Yesus

Markus 11:22 Yesus menjawab mereka: Percayalah kepada Allah!

1 Yohanes 3:23 Mengatakan: “Dan inilah perintah-Nya itu: supaya kita percaya akan nama Yesus Kristus, Anak-Nya, dan supaya kita saling mengasihi sesuai dengan perintah yang diberikan Kristus kepada kita.”

Yohanes 14:1 menjelaskan : “Janganlah gelisah hatimu; percayalah kepada Allah, percayalah juga kepada-Ku.

  1. Kita harus percaya kepada Janji-janji Allah

Roma 4:21 memberitahukan kepada kita supaya kita dengan penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan.

Ibrani 11:13 Dalam iman mereka semua ini telah mati sebagai orang-orang yang tidak memperoleh apa yang dijanjikan itu, tetapi yang hanya dari jauh melihatnya dan melambai-lambai kepadanya dan yang mengakui, bahwa mereka adalah orang asing dan pendatang di bumi ini.

  1. Kita harus percaya kepada Injil

 

Markus 1:15 kata-Nya: “Waktunya telah genap; Kerajaan Allah sudah dekat. Bertobatlah dan percayalah kepada Injil!”

  1. Kita harus percaya kepada tulisan-tulisan Musa yang menulis tentang Yesus Kristus.

 

Kisah Para Rasul 24:14 Tetapi aku mengakui kepadamu, bahwa aku berbakti kepada Allah nenek moyang kami dengan menganut Jalan Tuhan, yaitu Jalan yang mereka sebut sekte. Aku percaya kepada segala sesuatu yang ada tertulis dalam hukum Taurat dan dalam kitab nabi-nabi.

  1. Kita harus percaya kepada tulisan-tulisan para nabi di dalam Alkitab

 

2 Tawarikh 20:20 Keesokan harinya pagi-pagi mereka maju menuju padang gurun Tekoa. Ketika mereka hendak berangkat, berdirilah Yosafat, dan berkata: “Dengar, hai Yehuda dan penduduk Yerusalem! Percayalah kepada TUHAN, Allahmu, dan kamu akan tetap teguh! Percayalah kepada nabi-nabi-Nya, dan kamu akan berhasil!”

 

Kisah Para Rasul 26:27 Percayakah engkau, raja Agripa, kepada para nabi? Aku tahu, bahwa engkau percaya kepada mereka.”

 

Markus 5:34 ada dua hal ditekankan dalam ayat ini;

  1. Iman berhubungan dengan keselamatan
  2. Iman dikaitkan dengan kesembuhan

 

Markus 5:26 memberitahukan tugas tabib. Tabib bertugas untuk mengobati orang-orang yang sakit. Ada penyakit yang bisa diobati oleh tabib dan ada penyakit yang tidak bisa diobati oleh tabib. Hanya Yesus Kristus dapat menyembuhkan penyakit apa yang tidak bisa disembuhkan para tabib.

Markus 5:26-34 menjelaskan mengenai tindakan-tindakan perempuan penyakit pendarahan, yaitu;

  1. Perempuan itu mendengar berita-berita tentang Yesus Kristus (ayat 27)
  2. Perempuan itu mendekati Yesus Kristus (ayat 27)
  3. Dengan iman perempuan itu menjamah Yesus Kristus (ayat 28-32)
  4. Perempuan itu takut, gemetar, tampil dan tersungkur serta terbuka di hadapan Tuhan tentang keberadaan hidupnya (ayat 33-34).

Intinya : Jika anda ingin mengalami sesuatu kedasyatan Tuhan, anda harus memiliki iman yang dapat menyentuh kepribadian Yesus.

 

Biography Penulis

Ev. Iman Yonggi Cho Sinaga S.Th., Mendapat Gelar Pendidikan Teologia di Sekolah Tinggi Teologia Torsina, Surakarta. Pernah melayani di Gereja GBIS “Pulo Gapuk” Sumatera Utara, GBIS “Tabera” Medan Sumatera Utara, GBI Tiberias Di Kupang-NTT, GBIS Kalabahi Alor-NTT. Pernah melayani Gereja persekutuan Kristen di Alor-NTT. Pernah menggembalakan di GBIS “Efrata” Ramunia Lubuk Pakam Sumatera Utara. Sekarang sebagai Gembala Sidang di GBIS Jemaat “Siloam” di Kampung Lakan Bilem sekaligus menggembalakan di GBIS “Arphazo” Batu Apoi Kutai Barat-Kalimantan Timur. Beban Pelayanan adalah menghimbau umat Tuhan untuk mengerti Firman Allah, mempelajari lebih dalam dan berpegang teguh pada Alkitab.

 

Pernah Bekerja sebagai Marketing dan Jurnalist di Tabloid My Home, Pematang Siantar. Pernah sebagai Financial Counsultant (FC) di PT. Axa Financial Indonesia di Kupang-NTT. Pernah bekerja di Pusat Pengembangan Anak (PPA) di Intu Lingau Kalimantan Timur.

(Email : yonggi sinaga@yahoo.co.id, Fb: Iman Yonggi Cho, NO.REKENING BANK BRI: 0904-01-024392-53-0. AN. IMAN YONGGICCO SINAGA.)

 

 

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: