PENTINGNYA ROH KUDUS DALAM GEREJA TUHAN

BAB 1

PENDAHULUAN

Yohanes menulis, “Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu. Dan ada tiga yang memberi kesaksian di bumi. Roh dan air dan darah dan ketiganya adalah satu.”(1 Yoh 5:7,8). Roh Kudus adalah salah satu pribadi dari Allah Tritunggal.  Seperti dalam amanat agung yang disampaikan oleh Yesus bahwa Bapa, Anak, dan Roh Kudus adalah sama hakekatnya.  Seperti halnya dalam Perjanjian Lama, Allah memberi kuasa untuk para nabi untuk memberitakan akan Firman Tuhan kepada bangsa-bangsa, seperti itu jugalah kuasa yang diberikan oleh Allah lewat Roh Kudus untuk memberikan kuasa bagi orang percaya untuk dapat bersaksi tentang Yesus.  Roh Kudus menolong orang yang percaya supaya ia dengan penuh kuasa dapat meneruskan kepada orang-orang lain kebenaran yang diajarkan oleh Roh Kudus kepadanya (1 Kor. 2:1-5; I Tes. 1:5; Kis. 1:8). Bahwa setiap orang percaya kepada Yesus akan diberikan kuasa oleh Roh Kudus untuk dapat bersaksi kepada orang lain tentang Yesus.  Roh Kudus adalah janji Tuhan Yesus kepada murid-murid-Nya.  Di dalam Kisah Para Rasul diceritakan bahwa para rasul menerima kuasa dari Roh Kudus sehingga mereka dapat melakukan mujizat.  Dalam gereja mula-mula yang didirikan para rasul, peran Roh Kudus sangat penting.  Roh Kudus yang mendiami setiap orang yang telah percaya kepada Kristus membuat kehidupan mereka berubah drastis.  Dalam I Korintus 1:26 adalah bukti tentang berubahnya orang-orang yang telah menerima Roh Kudus di dalam hati mereka karena percaya kepada Yesus.  Jemaat mula-mula sangat pesat pertumbuhannya walaupun didera penderitaan yang sangat besar. Ada beberapa permasalahan yang muncul zaman sekarang mengenai Roh Kudus yaitu; Pertama, Siapakah Roh Kudus ?  Kedua, Bagaimana mengenai orang benar dan Roh Kudus? Ketiga, bagaimana gambaran seseorang yang mengalami baptisan Roh Kudus, dan cara menerima baptisan Roh Kudus ? Keempat, apa konsep karunia-karunia Roh Kudus dalam 1 Korintus 12:4-11 ?. Dengan adanya makalah ini berjudul: PENTINGYA ROH KUDUS DALAM GEREJA TUHAN, maka penulis akan menjawab permasalahan-permasalahan yang muncul diatas sesuai dengan Firman Tuhan.

BAB 2

PEMBAHASAN


Pengertian Roh Kudus

            Roh Kudus dalam bahasa Ibrani adalah “Ruah” dan dalam bahasa Yunani adalah “Pneuma” berarti “Nafas” atau “Angin”, dan diterjemahkan dengan “Roh”, yang menunjukkan kuasa pemberi kehidupan yang tak terlihat. Jika digabungkan dengan “Kudus”, maka kuasa itu dikatakan sebagai yang ilahi, meskipun kombinasi dua kata tersebut hanya tampak tiga kali dalam Perjanjian Lama (Yesaya 63:10,11; Mzm. 51:11).

Siapakah Roh Kudus ?

Ada banyak pengertian yang salah mengenai identitas Roh Kudus. Ada beberapa pandangan yang menganggap Roh Kudus sebagai suatu kuasa mistis. Yang lainya memandang Roh Kudus sebagai hanya semacam kuasa yang Allah berikan kepada para pengikut Kristus. Apa Alkitab katakan mengenai Roh Kudus ?

 

Roh Kudus adalah Allah

Roh kudus adalah Allah sama halnya dengan Allah Bapa, dan Allah Putra, maka Roh Kudus ialah salah Satu dari pribadi Allah. Alkitab sendiri menyebut Roh Kudus adalah Allah. Sebelum Yesus terangkat ke sorga, Yesus menjelaskan amanat agung kepada para murid. Matius 28:19 berkata:” Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus,” Disini Yesus dengan jelas menempatkan Roh Kudus pada kedudukan yang sama seperti Allah Bapa dan Putra. Ia bersabda bahwa Roh Kudus mempunyai wewenang kuasa dan kemuliaan seperti Bapa, dan Putra.
Dari bagian Alkitab dapat dipahami bahwa Roh Kudus sesungguhnya adalah salah satu bagian dari doktrin Tritunggal Allah yang suci. Perkataan Tuhan Allah dalam Perjanjian Lama sama dengan perkataan dari Roh Kudus dalam Perjanjian Baru (Yer.31:33;Ibr.10:15-16).
Roh Kudus adalah Allah dalam hal Ia melaksanakan pekerjaan yang tak dapat dilakukan siapapun kecuali Allah. Roh Kudus menciptakan langit dan bumi serta segala isinya dengan kehendak Allah (Kejadian 1:2: Ayub 26:13), Ia membangkitkan orang mati (Rom. 1:4; 6:11), menyebabkan orang dilahirkan kembali (Yohanes 3:5-7), menginsafkan dunia akan dosa, kebenaran dan penghakiman (Yoh. 16:8) dan mengusir setan (Matius 12:28). Lebih dari bukti-bukti ini, Roh Kudus mempunyai semua sifat Allah yaitu yang bersifat kekal, Mahatahu, Mahakuasa, dan Mahahadir.

Roh Kudus adalah Pribadi

Pertama, Roh Kudus memiliki dan menunjukkan sifat-sifat dari suatu pribadi. Roh Kudus memiliki: Pertama, Kecerdasan. Dia mengetahui dan menyelidiki segala sesuatu yang dari Allah (1 Kor. 2: 10-11).: Dia memiliki pikiran (Rm. 8:27); dan Dia dapat mengajar manusia (1 Kor. 2:13). Kedua,  Perasaan. Dia dapat berdukacita karena semua tindakan orang-orang percaya yang penuh dosa (Efesus 4:30). Ketiga, Kehendak. Dia menggunakan kehendak untuk membagikan karunia-karunia kepada tubuh Kristus (1 Kor.12:11); Dia juga memmpin segala aktivitas orang Kristen (Kis.16:6-11). Karena pribadi yang sesungguhnya memiliki kecerdasan, perasaan dan kehendak dan karena Roh Kudus memiliki semua sifat ini, maka Dia pasti adalah suatu pribadi.

Kedua, Dia menyatakan tindakan-tindakan dari suatu pribadi. Buktinya, Dia memimpin kita kepada kebenaran dengan cara mendengar berbicara dan menunjukkan (Yoh. 16:13). Dia juga meyakinkan akan dosa (Yoh. 16:8). Dia melakukan mujizat-mujizat (Kis. 8:39) dan berdoa syafaat (Rm, 8:26). Seluruh aktivitas tersebut tidak dapat dilakukan oleh suatu pengaruh ataupun penjelmaan. Namun Alkitab menunjukkan bahwa Roh Kudus dapat melakukannya.

Babtisan Roh Kudus

Nikodemus adalah seorang pemimpin orang-orang Farisi, sekelompok orang Yahudi yang dengan tekun memelihara hukum Taurat dan upacara keagamaan. Karena ia tidak menemukan kebenaran dan kepuasan dalam agamanya maka ia datang kepada Yesus pada malam hari. Sebagai tanggapan atas pernyataan yang menggelitahkan jika seseorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah (Yoh.3:3). Nikodemus bertanya  “Bagaimanakah orang dapat diperanakkan pada masa tuanya? Dapatkah ia masuk kembali ke dalam rahim ibunya, dan diperanakkan pula?” (Yoh. 3:4). “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah. Apa yang dilahirkan dari daging, adalah daging, dan apa yang dilahirkan dari Roh, adalah roh. Janganlah engkau heran, karena Aku berkata kepadamu: Kamu harus dilahirkan kembali (ayat 5-7). Yohanes 1:13 berkata: “Orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.” Karena itu keselamatan berarti bahwa seseorang manusia dari daging dilahirkan kembali melalui Roh Kudus oleh anugerah Allah  dan pada intinya ia menjadi seorang makhluk rohani. Inilah yang dikerjakan oleh Allah untuk manusia. Keselamatan dimungkinkan hanya oleh pemberian Allah.

Sebelum orang-orang percaya di Efesus menerima Roh Kudus, gereja benar-benar lemah dan sakit. Tetapi setelah orang-orang menerima kepenuhan Roh Kudus melalui pelayanan Paulus, suatu kehidupan yang ajaib dan penuh kuasa. Iman kepada Yesus Kristus meledak ditengah-tengah mereka. Beberapa waktu kemudian mereka menjadi suatu gereja terkenal yang memazmurkan Firman Allah diseluruh Asia kecil. Dengan mempertimbangkan kebenaran ini, kita dapat melihat bahwa kelahiran baru dan baptisan Roh Kudus merupakan dua pengalaman yang berlainan. Kelahiran baru ialah pengalaman menerima kehidupan Tuhan Yesus melalui Roh Kudus dan Alkitab. Babtisan Roh Kudus ialah pengalaman yang di dalamnya Yesus Kristus dan Roh Kudus memenuhi orang beriman dengan kuasa-Nya untuk melaksanakan pelayanan, kebaktian dan kehidupan yang berkemenangan. Kelahiran baru memberikan kepada seseorang kehidupan kekal, sedangkan baptisan Roh Kudus memberikan kepada orang beriman yang lahir baru suatu kuasa Allah untuk memberitakan Kristus. Orang percaya tidak boleh melalaikan Roh Kudus dan bahkan gereja Tuhan, hamba-hamba Tuhan, tidak boleh melalaikan Roh Kudus.

 Menerima Babtisan Roh Kudus

            Pertama, Menjenguk era para Rasul. Setelah para murid melihat Yesus Kristus naik ke sorga dari gunung zaitun mereka mematuhi perintah Yesus dan berhimpun bersama-sama dan berdoa sehati dengan tekun (Kis. 1:1-4). Mereka yang ingin menerima baptisan Roh Kudus yang dijanjikan oleh Allah kepada mereka, mereka harus mempunyai harapan yang kuat dan hasrat yang bulat untuk menerima Roh Kudus. Kepenuhan Roh Kudus selalu datang apabila orang beriman bertekad dan berniat bahwa orang beriman takkan mau pergi sebelum mendapat jawaban terhadap kebutuhan anda yang sungguh-sungguh. Pengalaman yang sama terjadi pada Paulus yang menerima Roh Kudus Ananias menumpangkan tangannya keatas dia (Kis.9:10-18).  Orang percaya di Efesus juga menerima kepenuhan Roh Kudus ketika tangan ke atas mereka  oleh Rasul Paulus (Kis. 19:1-7). Setiap orang menerima kepenuhan Roh Kudus bila orang beriman mempunyai hasrat yang kuat untuk menerima, walaupun doa mereka lemah. Bila seorang hamba Tuhan yang dipenuhi oleh Roh Kudus menyampaikan Firman  yang diurapi, maka pendengar akan mengalami suatu gerakan yang besar dari Roh Kudus.

Kedua, Mempersiapkan hati kita. Bagaimana cara kita untuk mempersiapkan hati kita untuk menerima baptisan Roh Kudus ?  mereka yang ingin menerima Roh Kudus harus mempunyai bukan saja suatu hasrat tetapi juga pengetahuan dan pegangan atas janji-janji Allah yang terpercaya. Ia masih memberikan kepenuhan Roh Kudus yang sama seperti yang diberikan-Nya pada zaman para Rasul. Alkitab menyimpulkan hendaklah ia memintanya dalam iman dan sama sekali jangan bimbang (Yakobus 1:6-8). Setelah kita mendapat keyakinan bahwa berkat kepenuhan Roh Kudus itu bagi kita masa kini, kita harus bertobat dari semua dosa yang belum diakui dihadapan Allah dan bergantung pada darah Yesus yang mulia untuk penyucian yang sempurna. Petrus dalam penyampaian Firman Allah dalam Kisah Para Rasul 2:38 berkata: “”Bertobatlah dan hendaklah kamu masing-masing memberi dirimu dibaptis dalam nama Yesus Kristus untuk pengampunan dosamu, maka kamu akan menerima karunia Roh Kudus.

Bila kita berdoa untuk menerima baptisan Roh Kudus, pada umumnya ada dua jenis dosa yang harus kita sesali yaitu pertama, mereka melanggar kehendak Allah. Kedua, mereka tidak mempercayai di dalam Alkitab mengenai kepenuhan Roh Kudus. Penjelasan dosa pertama, mereka melanggar kehendak Allah merupakan dosa ketidaktaatan dan ketidakpatuhan kepada Allah. Sebelum percaya Yesus Kristus kita selalu memberontak melawan Allah dan berbuat banyak dosa. Walaupun kita telah menerima pengampunan dosa dan keselamatan, ketika kita ingin menerima kepenuhan Roh Kudus, kita harus bertobat sungguh-sungguh untuk memohon pengampunan-Nya dan penyucian dari ketegaran hati. Penjelasan dosa kedua, mereka tidak mempercayai di dalam Alkitab mengenai kepenuhan Roh Kudus. Artinya apapun yang berkaitan dengan kepenuhan Roh Kudus di Alkitab, mereka selalu abaikan dan tidak peduli akan hal itu. Bukan hanya itu saja, apa yang tercatat di dalam Alkitab diluar pembahasan mengenai kepenuhan Roh Kudus juga ditinggalkan dan tidak diterapkan. Misalnya dalam Yakobus 4:17 berkata: “Jadi, jika seseorang tahu bagaimana ia harus berbuat baik tetapi ia tidak melakukannya, ia berdosa”. Ini gambaran seorang pribadi manusia yang tidak memiliki perasaan terhadap sesama. Mereka tidak menghayati Firman Tuhan secara utuh. Bagaimana ia bisa mengalami kepenuhan Roh Kudus sedangkan kepribadian mereka tidak taat terhadap Firman Tuhan ? walaupun kita diselamatkan dan hidup sebagai orang kristen, jika kita malas dalam mengaplikasikan Firman Tuhan, maka kita harus bertobat dari kemalasan. Kita harus menyesal bahwa kita tidak hidup dengan menjadikan Allah sebagai pusat kehidupan kita. Sejauh kemampuan kita, kita perlu mengadakan pemberesan dan pembayaran utang-utang kita kepada orang lain. Kita penting untuk minta maaf dan mengadakan penyelesaian ganti rugi. Pertobatan berdasarkan Firman Allah, pertobatan dan pengakuan yang keluar dari hati nurani harus diikut sertakan dengan buah-buah tindakan.

Tindakan-Tindakan Roh Kudus Terhadap Orang Percaya

  1. Roh Kudus berbicara (Why. 2:7)
  2. Roh Kudus menolong orang percaya (Rm.8:26)
  3. Roh Kudus berdoa bagi orang-orang percaya (Rm.8:26)
  4. Roh Kudus adalah guru orang percaya yang mengajar untuk melaksanakan kehendak Bapa dan menginsafkan yang sudah orang percaya terima dari Dia (Yoh.14:26).
  5. Roh Kudus bersaksi tentang Tuhan (Yohanes 15:26)
  6. Roh Kudus memimpin orang percaya (Yohanes 16:13)
  7. Roh Kudus memanggil orang dalam pekerjaan Allah (Kis. 13:2)
  8. Roh Kudus menghibur pada orang beriman (Kis. 9:31).

Orang beriman dan Roh Kudus

Seseorang dapat diselamatkan dari darah-Nya bukan karena perbuatan baik, ataupun karena usaha untuk mendapatkan keselamatan, namun karena kuasa Allah dan Roh Kudus, melalui kasih Karunia-Nya yang besar (Efesus 2:8-9). Maka olehnya itu, betapa pentingnya setelah orang percaya diselamatkan dari darah-Nya, bahwa peranan Roh Kudus bermanfaat untuk merawat, mengingatkan, menghibur dan menuntun orang-orang percaya agar tetap berjalan dalam kebenaran. Roh Kudus menyucikan dan membantu orang percaya dalam kelemahan. Roma 8:26 berkata: “Demikian juga Roh membantu kita dalam kelemahan kita; sebab kita tidak tahu, bagaimana sebenarnya harus berdoa; tetapi Roh sendiri berdoa untuk kita kepada Allah dengan keluhan-keluhan yang tidak terucapkan.”

Orang percaya mengakui adanya permasalahan serius melawan dirinya hingga terjadi banyak rintihan-rintihan yang sulit untuk diungkapkan. Pada waktu kita masih orang-orang tak beriman, kami masih hidup dalam hawa nafsu daging dan menurut kehendak daging dan pikiran kami yang jahat (Efesus 2:3). Pada waktu itu, kita tidak merasa bersalah, walaupun hidup dalam dosa. Mengapa? Karena jiwa mati dihadapan Allah. Tetapi ketika kita menerima hidup yang kekal, dosa menjadi suatu masalah kepada kita. Bagaimana kita mempunyai kuasa untuk mengalahkan dosa ? Roma 7-8 menjadi jawaban tentang hal ini, dan Roma 6 mengajar tentang perubahan dasar yang berlangsung ketika seseorang percaya kepada Yesus Kristus. Alkitab juga memerintahkan kita untuk mengubah sikap dan pemikiran kita. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya bahwa kami telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus (Roma 6:11). Kita harus percaya bahwa siapa yang ada dalam Kristus, Ia adalah ciptaan baru ( 2 Korintus 5:17). Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada dalam Yesus Kristus. Roh yang memberi hdiup telah memerdekakan kamu dalam Kristus dari hukum dosa dan hukum maut (Roma 8:1-2).

Jadi, Dia yang sudah mengalahkan dosa, maut, iblis dan kutuk, kini kemenangan sudah menjadi kepunyaan orang percaya. Kemenangan adalah milik usaha yang tidak berjuang dalam lingkungan usaha mereka sendiri. Orang percaya yang berkemenangan pasti sudah menerima dan mengalami kehidupan baru dari Yesus Kristus. Orang percaya harus tetap bergantung sepenuhnya kepada Dia yang merupakan kehidupan, kebenaran dan kesucian. Kesucian berarti terpisah dari dosa dan bersepakat dengan Allah. Jika kita terpisah dari sesuatu, maka kita pergi kepada sesuatu yang lain. Jika kita berpisah dari dosa, maka kita tidak boleh melayani diri sendiri melainkan melayani Allah sepenuhnya. Dengan demikian Roh Kudus membantu kita dalam kelemahan dan Ia menghayati kehidupan iman melalui kita. Roh Kudus mengajar orang beriman. Sama seperti seorang anak harus menerima ajaran rohani, moral dan kecerdasan untuk bertumbuh menjadi manusia dewasa yang bertanggungjawab, demikian pula seorang Kristen yang lahir baru harus dibimbing untuk bertumbuh dalam Kristus Yesus dan pribadi yang bertugas mengajar orang percaya ialah Roh Kudus (Yohanes 14:26).

Ajaran Roh Kudus selalu memimpin orang-orang beriman kearah pelajaran yang harus dikuasai. Roh Kudus mengajarkan orang-orang beriman untuk mengikut Yesus Kristus. Roh Kudus menyanggupkan kita melayani Tuhan yang menciptakan langit dan bumi. Roh Kudus memimpin mereka agar menjadikan hal memperkenalkan Bapa di Sorga sebagai prioritas tertinggi. Roh Kudus membawa kita kepada persamaan dari Kristus. Melalui kecerdasan kita, Ia bekerja untuk menyadarkan kita tentang arti Firman Allah yang semakin mendalam. Sebelum Yesus meninggalkan dunia ini, Ia berulang-ulang menjanjikan bahwa Roh Kudus akan datang untuk mengajarkan seluruh kebenaran dan menyanggupkan orang-orang percaya untuk memahami dan menanggungnya (Yohanes 16:12-14). Janji-janji Tuhan semacam itu digenapi dalam kehidupan para murid sesudah hari pentakosta. Dilahirkan baru dan dipenuhi Roh Kudus dapat dibandingkan dengan memasuki “Sekolah Roh Kudus”. Sekolah ini tidak mengenal libur ataupun hari besar. Dalam setiap situasi kehidupan, Roh Kudus menampilkan Kristus sebagai teladan kita dalam pelajaran Firman. Roh Kudus menghibur orang percaya. Tetapi ketika Yesus meninggalkan mereka, Para murid merasa bagaikan yatim piatu tanpa hiburan. Mereka tidak mengerti janji Yesus Kristus kepada mereka. Yohanes 14:16 berkata: “Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya,”  Pada hari pentakosta, Para murid ini dipenuhi oleh Roh Kudus dan mereka mulai berkata-kata dalam bahasa-bahasa lain seperti yang diberikan oleh Roh kepada mereka untuk diucapkan. Setelah mereka mengalami peristiwa yang ajaib itu, hati mereka penuh dengan penghiburan, sejahtera dan keberanian.

 

Karunia-Karunia Roh Kudus

Surat 1 Korintus 12:4-11 memberikan kepada kita suatu pembagian dari karunia-karunia Roh Kudus. Keseluruhan ayat ini menyatakan; Ada rupa-rupa karunia, tetapi satu Roh. Dan ada rupa-rupa pelayanan, tetapi satu Tuhan. Dan ada berbagai-bagai perbuatan ajaib, tetapi Allah adalah satu yang mengerjakan semuanya dalam semua orang. Tetapi kepada tiap-tiap orang dikaruniakan penyataan Roh untuk kepentingan bersama. Sebab kepada yang seorang Roh memberikan karunia untuk berkata-kata dengan hikmat, dan kepada yang lain Roh yang sama memberikan karunia berkata-kata dengan pengetahuan. Kepada yang seorang Roh yang sama memberikan iman, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menyembuhkan. Kepada yang seorang Roh memberikan kuasa untuk mengadakan mujizat, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk bernubuat, dan kepada yang lain lagi Ia memberikan karunia untuk membedakan bermacam-macam roh. Kepada yang seorang Ia memberikan karunia untuk berkata-kata dengan bahasa roh, dan kepada yang lain Ia memberikan karunia untuk menafsirkan bahasa roh itu. Tetapi semuanya ini dikerjakan oleh Roh yang satu dan yang sama, yang memberikan karunia kepada tiap-tiap orang secara khusus, seperti yang dikehendaki-Nya.

Pekerjaan besar yang dilakukan gereja Tuhan, karunia-karunia Roh Kudus yang dinyatakan untuk umat percaya, tubuhNya. Ini memampukan orang-orang percaya untuk menyelesaikan pekerjaan-Nya dan tanggungjawab-Nya secara berhasil guna dan pekerjaan itu berkembang karena adanya karunia-karunia Roh Kudus.

Ada sembilan karunia Roh Kudus dan semuanya itu secara garis besar dapat dibagi menjadi tiga kelompok yaitu:

  1. Karunia-karunia penyingkapan
    1. Karunia perkataan hikmat

Dalam bahasa Yunani “Logos Sophi”, artinya perkataan “Bijak, arif”. Dalam konteks 1 Korintus 12:8 berhubungan dengan kebijakan ilahi, kemampuan untuk mengatur hubungan seseorang dengan Allah berbeda dengan kata “Phronesis”, artinya “Pengertian” yaitu kemampuan mengenal, memahami, dan beradaptasi dengan seseorang. “Logos Sophia” merupakan ucapan yang berhikmat melalui pekerjaan Roh Kudus. Inilah penerapan penyataan firman Allah atau hikmat Roh Kudus pada suatu keadaan atau masalah yang khusus (Kisah Para Rasul 6:10; 15:13-22). Akan tetapi, ini tidak sama dengan memiliki hikmat Allah untuk kehidupan sehari-hari. Hikmat itu dicapai dengan belajar yang rajin dan merenungkan jalan Allah dan firman-Nya, dan melalui doa (Yakobus 1:5-6).

Karunia Hikmat fungsinya guna untuk memecahkan masalah dan mendatangkan berkat dan kemenangan walaupun seseorang hanya mempunyai secara kecil pengetahuan, jika ia dilengkapi dengan banyak hikmat, ia dapat sangat memuliakan pengetahuan yang dimilikinya. Sebaliknya seseorang yang mempunyai banyak pengetahuan, tetapi tidak memiliki hikmat, pengetahuannya dapat menjadi pengetahuan terpendam yang takkan pernah diketahui sepenuhnya. Perkataan hikmat mengarah kepada suatu karunia Roh Kudus (1 Korintus 12:8), yang diberikan secara adikodrati kepada seorang beriman yang melalui hikmat ini Secara ajaib menyelesaikan masalah dalam keadaan yang sulit dan karenanya hal ini memuliakan Allah. Dalam Perjanjian Lama yang menceritakan tentang raja Salomo yang bertindak secara hikmat dari Allah (1 Raj. 3:16-28), dan juga pada zaman Tuhan Yesus Kristus di dunia ini. Bagaimana Tuhan Yesus dengan hikmat menghadapi orang-orang Farisi, ahli Taurat untuk menjerumuskan Yesus. Tuhan Yesus dengan manifestasi perkataan hikmat (Matius 22:15-22), dan juga dalam Yohanes 8:4-5 berkata: para ahli Taurat dan orang-orang Farisi menjebak Tuhan Yesus mengenai perkara perempuan zinah yang tertangkap basah.

  1. Karunia perkataan pengetahuan

Pengetahuan mengacu pada keadaan mengetahui sesuatu melalui kesadaran akan mengenal hal-hal dan benda-benda, tetapi karunia perkataan pengetahuan yang dimanifestasikan sebagai salah satu karunia Roh Kudus bukanlah pengetahuan yang dapat dipelajari dan ditekuni. Pengetahuan itu tidak dapat diselidiki atau ditambahkan secara nalar manusia karena hal demikian adalah pemberian Allah. Karunia pengetahuan berfungsi untuk menyingkapkan kebenaran tersembunyi tentang hal-hal dan benda-benda serta memecahkan persoalan pada suatu waktu dan tempat tertentu untuk kemuliaan Allah menurut cara penyingkapan-Nya yang datang secara khusus yang dikerjakan oleh Ilham Roh dan pekerjaan Roh Kudus.

  1. Karunia membedakan Roh

Dalam bahasa Yunani “Diakriseis Pneumaton”, adalah “Pembedaan roh-roh”. Kata “Diakrisis” berasal dari “Diakrino”, “membedakan, memutuskan, menghakimi”. Diakrisi adalah tindakan atau kuasa melihat perbedaan dengan jelas, bukan ‘Diagnosis’, menganalisa berdasarkan pemikiran atau pengertian diri sendiri. Karunia ini merupakan kemampuan khusus yang diberikan oleh Roh untuk membedakan dan menilai nubuat-nubuat secara tepat dan membedakan apakah ucapan itu berasal dari Roh Kudus atau bukan (1 Yohanes 4:1; 1 Korintus 14:29). Menjelang akhir zaman ini ketika guru palsu (Matius 24:5) dan pemutarbalikan Kekristenan yang Alkitabiah akan berkembang secara pesat (1 Timotius 4:1), maka karunia ini akan menjadi sangat penting bagi jemaat.

  1. Karunia-karunia pengungkapan
    1. Karunia berbahasa Roh

Dalam bahasa Yunani “Genos Glossa” (“Genos’” sama dengan “Jenis” “Glossa” sama dengan “Lidah”), sering menggunakan istilah “Glossolalia” dari “Glossa” dan “Laleo”, artinya “berbicara”. Berhubungan dengan “bahasa roh” atau “karunia lidah” sebagai suatu penyataan adikodrati dari Roh Kudus. Bahasa roh itu boleh jadi suatu bahasa yang ada di bumi (Kisah Para Rasul 2:4-6) atau suatu bahasa yang tidak dikenal di bumi (1 Korintus 13:1; 14:1-40). Bahasa semacam itu tidak pernah dipelajari dan sering kali tidak dapat dipahami baik oleh pembicara (1 Korintus 14:14) maupun oleh para pendengar (1 Korintus 14:16). Agar dapat menilai apakah bahasa roh itu sejati, yaitu sungguh-sungguh dari Roh Kudus, harus ditemukan apa yang diajarkan Alkitab. Apabila seseorang yang mengatakan bahwa ia berbicara dalam bahasa roh tetapi tidak mengabdikan diri kepada Yesus Kristus dan kekuasaan Alkitab, dan tidak berusaha menaati Firman Allah, maka penyataan orang itu tidaklah dari Roh Kudus.

  1. Karunia menasirkan bahasa Roh

Dalam bahasa Yunani “Hermeneia”, dari “Hermeneuo”, artinya “Menjelaskan dengan kata-kata, menerjemahkan apa yang dikatakan atau yang ditulis dalam bahasa asing ke dalam bahasa sendiri yang dimengerti.” Kata “Hermeneuo” sendiri berasal dari kata “Hermes”, artinya “dewa bahasa” bangsa Yunani. Karunia ini merupakan kemampuan yang diberikan oleh Roh untuk mengerti dan menyampaikan makna suatu ucapan yang diucapkan dalam bahasa roh. Ketika bahasa roh ini ditafsirkan bagi jemaat, maka fungsinya adalah sebagai petunjuk untuk penyembahan dan doa ataupun sebagai nubuat. Perhimpunan orang percaya kemudian dapat ikut serta dalam penyataan yang diilhamkan oleh Roh ini. Demikianlah, bahasa roh yang ditafsirkan dapat menjadi suatu sarana membangun jemaat sementara segenap perhimpunan itu menanggapi ucapan tersebut (1 Korintus 14:6,13). Karunia ini bisa diberikan kepada orang yang berkata-kata dengan bahasa roh atau kepada seorang lain. Mereka yang berkata-kata dengan bahasa roh harus berdoa juga untuk memperoleh karunia menafsirkan bahasa roh (1 Korintus 14:13).

  1. Karunia Nubuat

Dalam bahasa Yunani “Propheteia”, artinya “nubuat”, dari kata “Propheteuo”, artinya “Bernubuat”. Kata ‘propheteuo sendiri berasal dari kata “Prophetes”, artinya “Nabi”. Orang percaya harus bisa membedakan di antara nubuat sebagai suatu penyataan sementara dari Roh (1 Korintus 12:10) dan nubuat sebagai suatu karunia pelayanan jemaat (Efesus 4:11). Sebagai suatu karunia pelayanan, nubuat hanya diberikan kepada beberapa orang percaya, yang kemudian harus berfungsi sebagai nabi di dalam jemaat. Sebagai penyataan rohani, nubuat itu sebenarnya tersedia bagi setiap orang Kristen yang dipenuhi Roh (Kisah Para Rasul 2:17-18).

Nubuat merupakan suatu karunia istimewa yang memungkinkan orang percaya untuk meneruskan perkataan atau penyingkapan secara langsung dari Allah di bawah dorongan Roh Kudus (1 Korintus 14:24-25, 29-31). Ini bukanlah penyampaian sebuah khotbah yang telah dipersiapkan sebelumnya. Nubuat dijalankan di bawah kehendak Allah dan bukan kehendak manusia. Perjanjian Baru tidak pernah menunjukkan bahwa jemaat secara aktif mencari penyataan atau petunjuk dari mereka yang mengaku sebagai nabi. Nubuat diberikan kepada jemaat hanya pada waktu Allah memprakarsai beritanya (1 Korintus 12:11; 2 Petrus 1:21).

  1. Karunia-karunia kuasa
    1. Karunia iman

Dalam bahasa Yunani “Pistis”, berasal dari verba “Peitho”, artinya “Meyakinkan” orang lain termasuk pengertian “Menghasut” (Matius 27:20), menaruh harapan, mengandalkan, menganggap benar, dan percaya. Kata ini punya makna yang cukup luas baik dari segi subyektif maupun obyektif namun secara umum bermakna kemampuan untuk percaya. Dalam konteks 1 Korintus 12:9, “Pistis” merupakan salah satu “Karunia” Roh Kudus, berbeda dengan iman sebagai penyerahan total atau iman yang menyelamatkan. Karunia “Iman” ini adalah iman yang bekerja secara ajaib seperti “Iman untuk memindahkan gunung.”

  1. Karunia kesembuhan

Dalam bahasa Yunani “Iama”, berasal dari verba “Iaomai”, artinya “Menyembuhkan”. Karunia-karunia ini diberikan kepada jemaat untuk memulihkan kesehatan jasmani dengan memakai sarana adikodrati (Matius. 4:23-25; 10:1; Kisah Para Rasu. 3:6-8; 4:30). Bentuk jamak ‘Kharismata’ dalam perkataan “karunia-karunia”, menunjukkan penyembuhan berbagai macam penyakit dan menganjurkan bahwa setiap tindakan penyembuhan merupakan suatu karunia yang khusus dari Allah. Sekalipun karunia-karunia untuk menyembuhkan ini tidak dikaruniakan kepada setiap anggota tubuh dalam suatu cara yang istimewa (1 Korintus 12:11, 30), namun semua anggota boleh mendoakan orang sakit. Pada waktu ada iman, orang yang sakit itu akan disembuhkan. Kesembuhan dapat juga terjadi sebagai hasil dari ketaatan terhadap petunjuk-petunjuk dalam Yakobus 5:14-16. Allah memberikan ‘Kharismata’, artinya “karunia-karunia”, dan bukan ‘Iamata’, atau “Kesembuhan- kesembuhan”. Iamata dapat bermakna obat-obatan untuk menyembuhkan penyakit, sedangkan ‘Kharismata’ adalah aneka ragam kemampuan untuk menyembuhkan aneka ragam penyakit, dengan atau tanpa obat.

  1. Karunia Mujizat

Dalam bahasa Yunani “Energemata Dunameon”, dari kata “Energema”, artinya “Pekerjaan”; Dan “Dunamis”, artinya “Mujizat”. Kata “Dunamis” berasal dari verma “Dunamai”, artinya “Mampu”. Semua kata yang dibentuk dari stem “Duna-“ senantiasa berhubungan dengan kemampuan. Ini merupakan perbuatan-perbuatan kuasa adikodrati yang dapat mengubah tatanan hukum alam yang normal.

 

 BAB  3

KESIMPULAN

Roh Kudus adalah Allah itu sendiri (Yoh 4:24). Pribadi Roh Kudus disebut juga Hembusan nafas Allah (Yoh 20:22), Roh dari Allah (1 Kor 3:16), Roh Kristus (Roma 8:9), Roh Yesus (Fil 1:99), Roh Penolong (Yoh 14:16 ), Roh Kebenaran (Yoh 14:17), Roh Kemuliaan (1 Pet 4:14), Roh Hikmat (Yes 11:2). Dia adalah pribadi ketiga dari Allah Tritunggal. Orang menjadi percaya karena pertolongan Roh Kudus, dapat mengaku dengan mulutnya bahwa Yesus Kristus adalah Tuhan (I Kor 12:3;1 Yoh 4:2). Sepanjang perjalanan kehidupan manusia terutama orang percaya, mutlak membutuhkan keberadaan dan pertolongan Roh Kudus, bahkan Dia-lah yang menjadi pemilik hidup kita dan yang mengontrol hidup kita.

Roh Kudus tetap tinggal di dalam kehidupan setiap orang percaya sebagai Bait Allah yang Kudus. Sebab itu setiap orang percaya pasti memiliki Roh Kristus. Dengan demikian dia adalah milik Kristus. Sebab itu setiap orang percaya yang menerima kepenuhan Roh Kudus akan mengalami pembaharuan demi pembaharuan di dalam hidupnya. Memiliki rasa haus dan lapar akan kebenaran firman Allah dan memiliki roh yang menyala-nyala untuk melayani. Hubungan yang intim dengan Allah semakin dirasakan. Kasih Allah mengalir seperti sungai yang tidak pernah kering, kasihnya kepada jiwa-jiwa yang terhilang menjadi tanda dalam kehidupannya. Hal itu berarti juga bahwa setiap orang percaya memiliki kuasa kebangkitan dari antara orang mati, sebagaimana Roh itu pula yang telah membangkitkan Yesus dari antara orang mati ( Roma 8 : 9-11 ).

DAFTAR PUSTAKA

_______,
2007    Alkitab. Jakarta: Lembaga Alkitab Indonesia (LAI)

Browning W.R.F.,
2010    Kamus Alkitab. Jakarta: PT. BPK Gunung Mulia

C.Ryrie Charles,
2010    Teologi Dasar 2. Yogyakarta: ANDI

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: