PERJAMUAN KASIH

By : Iman Yonggi Cho Sinaga, S.Th.

            Perjamuan kasih ini banyak disebutkan di dalam Alkitab. Perjamuan kasih sangat penting diterapkan di gereja lokal sebab Alkitab juga mengajarkannya. Perjamuan kasih ini harus memiliki aturan agar tidak Terjadi salah menggunakannya seperti beberapa peristiwa di dalam Alkitab.
            Pada zaman dahulu beberapa orang memuaskan hawa nafsunya dengan makan sebanyak-banyaknya serta tidak mau membagikan apa yang telah mereka bawa kepada orang lain. Paulus menjelaskan dalam 1 Korintus bahwa perjamuan kasih disalahgunakan untuk kepentingan diri sendiri.  Paulus juga memerintahkan dalam 1 Korintus  agar menyuruh jemaat makan dirumah sendiri  daripada menghilangkan arti persekutuan dan kasih agape. Selama abad ke 4 perjamuan kasih makin tidak disukai dan jarang dilaksanakan pada masa kini. Fakta bahwa Paulus pernah menyarankan untuk menghentikan hal itu  dalam gereja menyebabkan perjamuan kasih tidak dapat menjadi suatu ordonasi  (Teologi daSaR 2; hlm. 231)

Penyalagunaan Perjamuan kasih dalam Alkitab

  • 2 Petrus  2:13 menjelaskan perjamuan kasih disalahgunakan untuk berfoya-foyah pada siang hari  dan mabuk dalam hawa nafsu mereka.
  • Yudas 12 menjelaskan juga mengenai penyalagunaan perjamuan kasih
  1. Mereka tidak malu-malu melahap artinya mereka menunjukkan sikap yang seharusnya mereka tidak tunjukkan. Mereka rakus terhadap sesuatu tanpa ada pengendalian diri dan memperhatikan satu sama lain.
  2. Mereka hanya mementingkan diri sendiri tanpa saling memperhatikan satu sama lain.
  3. Mereka digambarkan seperti pohon yang tidak sama sekali menghasilkan buah dan yang sama sekali mati dalam makna pelaksanaannya.
  • Kis. 6 :1 Pembagian kepada para janda diabaikan dalam pelayanan tiap-tiap hari.

Perjamuan Kasih yang dikehendaki oleh Allah dalam Alkitab

  1. Kisah Para Rasul 2:42 : mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dalam persekutuan mereka memecah-mecahkan roti secara bersama  dan berdoa.
  2. Kisah Para Rasul 2:44, Orang-orang percaya tetap bersatu dan dalam segala kepunyaan mereka adalah kepunyaan bersama.
  3. Kisah Para Rasul 2:45, mereka menjual miliknya untuk dibagi-bagikan kepada semua orang untuk sesuai dengan keperluan masing-masing bukan untuk kepentingan pribadi.
  4. Kisah Para Rasul 2:46, mereka bertekun dan sehati berkumpul tiap-tiap hari datang dalam bait Allah.
  5. Kisah Para Rasul 2:46, mereka mengambil sebuah tindakan bergilir untuk memecah-mecahkan roti di rumah masing-masing dan makan secara bersama-sama dengan gembira dan dengan tulus sambil memuji Allah (ayat 27).

 

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: