PENDERITAAN SALAH SATU BAGIAN DARI KEPUTUSAN ALLAH

Roma 8:28 (LAI)

Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah.

            Ayat ini diawali dengan kata-kata “Kita tahu”.  Dan perkataan “sekarang” tidak ada dalam bahasa aslinya (Yunani). Perkataan “sekarang” dalam bahasa Yunani “de”, agaknya diakibatkan pengaruh Belanda “nu” dan Inggris “Now” yang dapat berarti sekarang, tetapi juga “maka”.

            Kalimat “ Bagi mereka yang mengasihi Dia” berada di depan sehingga mendapat penekanan secara khusus.

            Kalimat “Yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah”, menurut terjemahan harafiah kalimat Yunani berbunyi  “ Yang menurut rencana adalah orang-orang yang terpanggil. Jadi yang empunya rencana tidak disebutkan.

Roma 8:28 (Naskah Yunani)

Kita tahu, bagi mereka yang mengasihi Dia, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu (segala hal) untuk mendatangkan kebaikan (keberuntungan), yang menurut rencana adalah orang-orang yang terpanggil (LAI menambahkan sesuai dengan rencana Allah).

Perkataan “Kebaikan” memerlukan perhatian secara khusus.  Orang-orang cenderung mengartikan  “Kebaikan” secara umum, seakan-akan orang Kristen tidak usah kuwatir akan penyakit dan bencana atau seakan-akan Allah melayani kepentingan mereka dibidang ekonomi dan sosial padahal bukan itu yang dimaksud disini. Yang dimaksud ialah bahwa “segala hal”, artinya penderitaan zaman sekarang dalam ayat 18, turut mengerjakan keselamatan kita (Calvin).

Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita (Roma 8:18).

Dalam ayat 18 menjelaskan perbandingan antara penderitaan  dengan kemuliaan (bnd. ayat 17). Dalam ayat 17 penderitaan itu adalah penderitaan bersama Kristus. Jadi penderitaan orang percaya pasti menghasilkan ketekunan (5:3).

            Ayat 18 perkataan “Penderitaan” dalam bahasa Yunani bukan memakai dalam bentuk tunggal melainkan memakai dalam bentuk jamak, yaitu “Pathemata” (ayat 17), sedangkan kalimat “Yang akan dinyatakan”, dalam bahasa Yunani “Mellein”, artinya dalam dunia yang akan datang (dunia baru) bertentangan dengan zaman sekarang = dunia ini. Dalam ayat 18 mengenai penderitaan pengertiannya lebih luas karena penderitaan dalam ayat 18 mencakup penderitaan seluruh Alam. Hal itu ditegaskan pula oleh tambahan “Zaman sekarang ini”. Zaman sekarang ini yang dimaksud adalah zaman sejak kedatangan pertama Kristus Yesus sampai kedatangan-Nya kembali. Zaman itu, zaman Mesianis, zaman peralihan dari dunia Lama ke dunia baru, maka sebagai zaman peralihan, zaman sekarang ini penuh pergolakan, yang menyebabkan seluruh alam mengalami penderitaan bersama orang percaya. Pergolakan itu digambarkan oleh Yesus Kristus sendiri dalam Matius 24; Markus 13 dan Lukas 21.

            Ayat 18 menjelaskan bahwa penderitaan itu tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Perkataan “Kemuliaan” mengacu pada cahaya terang yang mengelilingi Tuhan, bahkan pada hakikatnya Tuhan sendiri (bnd. Tafsiran 1:23, 2:7). Manusia pernah kehilangan kemuliaan itu (Roma 3:23), tetapi orang percaya akan menerimanya kembali (Bnd. Roma 5:2;8:30; 1 Korintus 15:40-43; 1 Tesalonika 2:12). Disini tidak dikatakan kemuliaan itu dianugerahkan kepada kita tetapi dinyatakan kepada kita. Ternyata “Dinyatakan” yang dipilih, karena kemuliaan itu tadinya memang ada di dalam diri manusia tetapi masih tersembunyi. Kolose 8:3 dijelaskan bahwa ‘Hidupmu tersembunyi bersama dengan Kristus Yesus di dalam Allah.”

            Yang menurut rencana adalah orang-orang yang terpanggil . Dalam Bahasa Yunani “Rencana” adalah “Prothesis”, Artinya “Keputusan, maksud” ( yaitu apa yang ditempatkan di depan dirinya). Menurut origenes Chrysostomus salah satu penafsir Yunani dari zaman gereja Lama mengartikan “Rencana” disini sebagai keputusan manusia, yang mengikuti panggilan Allah. Akan tetapi dalam surat-surat Paulus “Rencana”  selalu rencana Allah (Rm 9:11; Efesus 1:11; 2 Tim. 1:9 dll). Dimaksud ialah “Rencana Allah” sesuai dengan tambahan terjemahan LAI.

Dalam Roma 8:30 perkataan “Dipanggil-Nya” jelas menunjukkan panggilan yang ampuh, efektif serta sejati yang sudah berjalan sesuai dengan rencana Allah. Roma 1:6 berkata: “kamu yang telah dipanggil menjadi milik Kristus Yesus.”

Intinya

  1. Penderitaan dapat menjadi berkat bagi orang yang mengasihi Dia. Bagi orang Fasik, penderitaan justru menjadi alasan untuk berkeras hati (Kel. 7:13,22; 8:15) dan menghujat Allah (bnd. Why. 16:9,21).
  2. Tiada yang dapat merugikan mereka yang sungguh-sungguh mengasihi dan berharap kepada Yesus Kristus.
  3. Orang Kristen harus percaya kepada Allah bukan percaya kepada nasib (secara kebetulan) sebab Tuhanlah yang membuat segala hal turut mendatangkan kebaikan, sebab Dia yang berkuasa atas segala sesuatu.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: