DOA PRIBADI (Markus 14:32-41; 1:35; Matius 6:6; 1 Tes.5:17)

 By: Iman Yonggi Cho Sinaga,S.Th.

Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi ke luar.  Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana.”  Markus 1:35

 Defenisi Doa

  1. Doa merupakan nafas kehidupan, dan kebutuhan hidup orang percaya seperti makan, minum, tidur atau bekerja,.
  2. Doa  merupakan permohonan ungkapan hati kita yang kita nyatakan pada Bapa Surgawi secara terus-menerus tanpa ada unsur memaksakan kehendak sendiri terhadap Allah.
  3. Doa bukan sebagai ritual agamawi, bukan meditasi, bukan mantra, bukan jimat namun doa sebagai hubungan yang intim, selayaknya seorang anak berbicara pada ayahnya atau mempelai wanita pada mempelai prianya.
  4. Doa merupakan alat komunikasi. Komunikasi yang perlu dilaksanakan adalah komunikasi dua arah  yaitu antara kita dengan Allah, bukan hanya sepihak.

Konsep Doa pribadi  yang salah

  1. Kebanyakan orang beranggapan bahwa Doa pribadi hanya berlaku bagi para hamba Tuhan, para pelayan-pelayan Tuhan dimimbar atau pengerja gereja namun bukan untuk semua orang Kristen tanpa terkecuali.
  2. Beberapa orang juga berkata doa pribadi adalah kewajiban agama karena sudah ada tercantum dijadwal mengenai berdoa.
  3. Doa dijadikan sebagai hapalan, ritual agama , rutinitas,  jimat dan meditasi.

Konsep doa pribadi  yang benar

  1. Berdoa pribadi berlaku bagi semua orang yang percaya kepada Yesus Kristus.
  2. Doa pribadi bukanlah suatu kewajiban agama, hapalan, rutinitas, jimat dan meditasi tetapi doa pribadi harus menjadi bagian hidup kita yang terus-menerus mengalir seperti sungai.
  3. Matius 6:6 berkata: “…masuklah ke dalam kamarmu, tutuplah pintu dan berdoalah kepada Bapamu yang ada di tempat tersembunyi.  Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu.”

Konsep doa pribadi  menurut Alkitab dalam  Injil Markus 14:32-41

a. Dari Sudut pandang Yesus Kristus

  1. Yesus melaksanakan doa pribadi. Markus 14:32 berkata: “Lalu sampailah Yesus dan murid-murid-Nya ke suatu tempat yang bernama Getsemani. Kata Yesus kepada murid-murid-Nya: “Duduklah di sini, sementara Aku berdoa.” Ada masanya Yesus memerintahkan mereka mengadakan doa secara bersama namun ada saatnya juga mereka harus berdoa secara pribadi seperti Yesus harus melaksanakan doa secara khusus di dalam kehidupan-Nya dan para muridnya.
  2. Yesus Kristus berdoa secara pribadi dengan cara Dia datang kepada Allah dalam kondisi memikul beban yang sangat berat. Markus 14:34 berkata: lalu kata-Nya kepada mereka: “Hati-Ku sangat sedih, seperti mau mati rasanya. Tinggallah di sini dan berjaga-jagalah.” Yesus memisahkan diri dari para murid sementara supaya Yesus dapat berdoa dan Yesus memesankan kepada mereka agar mereka juga berjaga-jaga dalam hal berdoa. Yesus berdoa pribadi kepada Allah dalam kondisi darurat, tidak memungkinkan dan tak berdaya dalam kehidupan-Nya.
  3. Yesus berdoa secara pribadi disertai dengan penyerahan diri kepada Allah. Markus 14:35 berkata: ” Ia maju sedikit, merebahkan diri ke tanah dan berdoa supaya, sekiranya mungkin, saat itu lalu dari pada-Nya.”
  4. Yesus Berdoa pribadi berdasarkan kehendak Allah Bapa bukan atas kehendak Yesus sendiri. Markus 14: 36 berkata:” Kata-Nya: “Ya Abba, ya Bapa, tidak ada yang mustahil bagi-Mu, ambillah cawan ini dari pada-Ku, tetapi janganlah apa yang Aku kehendaki, melainkan apa yang Engkau kehendaki.” Menurut kehendak Yesus secara manusia, jika bisa penderitaan yang akan dialami-Nya jangan sampai hal itu terjadi atau biar semakin menjauh namun kenyataannya Yesus tetap menyerahkan seluruhnya sesuai dengan kehendak Bapa di Sorga.
  5. Yesus berdoa secara berentetan, terus-menerus, tidak putus-putusnya. Buktinya Yesus Kristus berdoa pribadi sampai 3x di Taman Gedsemani (Markus 14:36-41).
  6. Yesus Kristus mengajarkan kepada ketiga murid Yesus yang sedang tidur yaitu mereka harus berjaga-jaga selama satu jam yakni dalam hal berdoa secara pribadi (Markus 14:37).

b. Dari sudut pandang para Murid Yesus

  1. Para Murid menganggap sepele, remeh mengenai berdoa secara pribadi. Buktinya sampai 3x Yesus selesai berdoa pribadi, mereka masih tetap dalam keadaan tertidur (ayat 36-41). Sehingga Yesus mengatakan kepada mereka di ayat 38 “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan; roh memang penurut, tetapi daging lemah.”
  2. Para Murid dikalahkan oleh kelemahan mereka sendiri (ayat 38-42). Mereka tidak bisa menaklukkan kelemahan daging mereka untuk menyediakan waktu berdoa secara pribadi.

Intinya

  • Berdoalah kepada Allah menurut kehendak Allah bukan menurut kehendak sendiri
  • Berjaga-jaga dan berdoa.
  • Kalahkan kelemahan daging ketika datang kepada Allah.
  • “Tetaplah berdoa.”  (1 Tesalonika 5:17).

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: