BERGAUL KARIB DENGAN ALLAH

By:Iman Yonggi Cho, S.Th.

       Kata “Bergaul” dalam Kamus Bahasa Indonesia adalah “Berteman dan bersahabat” sedangkan kata”Karib” artinya “Dekat sekali, rapat dan erat sekali”. Misalnya dalam hubungan keluarga/famili. Jadi dari arti diatas bahwa beragaul karib dengan Allah artinya bersahabat (berteman) dengan Allah secara erat sekali atau rapat sekali tanpa ada batasan-batasan apapun. Di dalam Alkitab ada 2 tokoh terkenal di Alkitab yang bergaul karib dengan Allah yakni;

1. Henokh (Kejadian 5:21-24)

      Henokh berasal dari keturunan Yared. Yared memperanakan Henokh setelah berumur 162 tahun (Kej.5:18). Setelah Henokh berumur 65 tahun, maka henokh memiliki anak namanya adalah Metusalah (Kej.5:21). Henokh juga berasal dari keturunan ketujuh dari Adam (Yudas 1:14). Henokh juga pernah bernubuat pada masa hidupnya, menyampaikan suara Allah yaitu dalam kitab Yudas 1:14-16 dengan mengatakan: “Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan.” Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Henokh bisa menyuarakan suara Allah, karena Henokh hidup bergaul karib dengan Allah. Kehidupan Henokh sangat pantas untuk diteladani mengenai hubungannya dengan Allah. Dikatakan di dalam Alkitab bahwa Henokh bergaul karib dengan Allah sangat begitu lama selama 300 tahun berlangsung (Kej.5:22). Hal inilah yang membuat kehidupan Henokh berkenan dihadapan Allah. Henokh menjadi kesukaan Allah. Henokh memiliki kualitas hidup yang baik dihadapan Allah. Dalam pergaulannya dengan Allah, Henokh tidak berbuat jahat atau kepura-puraan untuk datang kepada Allah, akan tetapi dia memiliki kesungguhan hati dalam menghampiri tahta hadirat Allah. Dengan alasan itulah Allah akhirnya mengangkat Henokh tanpa mengalami kematian secara daging (Ibrani 11:5). Allah melihat juga, Henokh memiliki iman yang tangguh selama hidupnya. Henokh percaya kepada Allah, dengan menyatakan di dalam dirinya bahwa Allah itu benar-benar ada dan nyata. Dan hal itu dibuktikan banyak orang di dalam Alkitab. Henokh juga percaya bahwa Allah memberi upah jasmani maupun upah kekal kepada orang-orang yang sungguh-sungguh mencari Dia (Ibrani 11:6).

 Ada 3 hal kita pelajari dari dalam diri Henokh mengenai bergaul karib dengan Allah;

– Henokh bergaul karib dengan keyakinan penuh kepada Allah.

 a) Keyakinan mengenai posisi Allah bahwa Allah benar-benar ada dan nyata.

 b) Keyakinan terhadap janji-janji Allah/upah yang disediakan oleh Allah.

– Henokh bergaul karib secara sungguh-sungguh kepada Allah.

– Henokh tidak membatasi kuasa Allah bekerja di dalam dirinya.

2. Daud (1 Samuel 10, 13,15,16,17,18)

        Daud adalah pilihan Allah untuk menjadi raja orang Israel (1 Samuel 16:1). Sebelum raja Daud tampil sebagai raja ke dua, raja yang pertama adalah raja Saul (1 Samuel 10:1). Alkitab menjelaskan bahwa posisi Saul pada waktu itu menjadi raja karena permintaan bangsa Israel bukan karena inisiatif dari Allah. Saul mengadakan suatu pemberontakan dihadapan Allah. pemberontakan Saul membuat dirinya tidak berkenan lagi dihadapan Allah. Saul melakukan dosa yang seharusnya dia tidak laksanakan. Buktinya yang pertama, Saul memberanikan diri untuk membakar korban bakaran kepada Allah. Sesungguhnya mengenai ini, bukanlah tugasnya Saul melainkan tugas seorang nabi Samuel (1 Samuel 13:9-14). Bukti yang kedua, Nabi Samuel memerintahkan kepada Saul untuk menumpas segala sesuatu yang ada di dalam diri orang Amalek tanpa ada unsur belaskasihan namun hal itu dilanggar oleh Saul (1  Sam.15:3,7-9). Akhirnya dengan perkara demikian, Saul ditolak oleh Allah menjadi pemimpin ditengah-tengah bangsa Israel (1 Samuel 16:1). Kepemimpinan Saul sebagai raja digantikan oleh raja Daud. Raja Daud berasal dari keturunan Isai. Isai berasal dari Betlehem sehingga mereka dikatakan sebagai orang Betlehem (1 Sam.16:1). Raja Daud adalah salah satu anak dari Isai. Daud bekerja sebagai pengembala kambing domba (16:11). Daud adalah anak bungsu isai (16:11). Daud termasuk orang yang tidak terhitung di dalam Keluarganya. Pribadi Daud menarik, indah, cakap. Dia dapat dilihat dari kemerah-merahan, elok parasnya dan indah matanya (16:12). Daud termasuk orang bergaul karib dengan Allah. Dapat dilihat dari kehidupan sehari-harinya. Keseharian Daud menyenangkan dan menyukakan hati Tuhan. Pada akhirnya Daud dipilih oleh Allah serta diperintahkan-Nya nabi Samuel untuk mengurapi Daud sebagai Raja atas bangsa Israel (1 Sam. 16:12). Setelah Daud diurapi oleh nabi Samuel maka berkuasalah Roh Tuhan di dalam dirinya (16:13). Semakin karibnya Allah dengan Daud, Allah tetap menyertai Daud dalam kondisi apapun (16:18). Keintiman dan kekariban Daud dengan Allah dinyatakannya dalam pujian, pengagungan kepada Allah (16:23), sehingga roh jahat yang mencobah untuk menghinggapi Saul lari dari dirinya karena Roh Allah ada di dalam diri Daud. Daud memiliki sifat keberanian untuk melawan musuh-musuh Israel (17:32) yakni orang Filistin. Dia yakinkan Saul dengan pengalamannya bersama dengan Tuhan karena Allah dengan Daud adalah sahabat karib. Dia mengatakan 17:37 berkata; “TUHAN yang telah melepaskan aku dari cakar singa dan dari cakar beruang, Dia juga akan melepaskan aku dari tangan orang Filistin itu.” Kata Saul kepada Daud: “Pergilah! TUHAN menyertai engkau.”  Daud berperang melawan musuh bersama dengan Allah, sebab Allah dan Daud adalah sahabat karib. Daud selalu membawa nama Allah dalam setiap masuk dalam medan pertempuran. Sehingga Daud dengan tegas menantang Goliat dengan berkata: “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam, Allah segala barisan Israel yang kautantang itu (17:45). Dengan keberanian demikianlah Daud menang dalam pertempuran melawan orang Filistin.

          Saul juga pernah mengalami ketakutan terhadap Daud karena Saul melihat kedekatan Daud dengan Allah. Saul mengakui bahwa di dalam diri Daud nyata penyertaan Allah, sehingga hal demikianlah yang membuat Daud berhasil dalam segala perjalananya, sebab ada Tuhan dipihak Daud (18:12-14). Jadi, sangat terbukti Daud bergaul karib dengan Allah. Dapat dilihat dari penyertaan Allah. Pertanyaannya apa sebenarnya kunci untuk bergaul karib dengan Allah di dalam diri Daud?  Jika diamati di dalam kitab Ibrani 11:32-33 mengatakan bahwa Daud bisa menaklukkan kerajaan-kerajaan musuh dikarenakan;

  1. Daud memiliki iman seorang pahlawan.
  2. Daud mengamalkan kebenaran
  3. Daud bisa memperoleh apa yang telah dijanjikan oleh Allah kepadanya.
  4. Daud dapat memadamkan api yang dasyat.
  5. Daud menutup mulut singa-singa.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: