Kristologi dalam Injil Sinoptik

  • Yesus Sebagai Mesias

Sebutan dan konsep Mesias ( Cristos = Mashia = yang diurapi ) adalah konsep kristologi yang paling penting secara histori, kalau bukan secara Teologis, karena hal itu menjadi cara umum untuk menunjukkan pengertian Kristen tentang Yesus. Ini dibuktikan oleh kenyatataan bahwa Christos yaitu satu sebutan yang menunjukkan “ yang diurapi “, mula-mula menjadi satu nama yang layak. Yesus menjadi terkenal tidak hanya sebagai Yesus sang Kristus atau Mesias ( Kis 3 : 20 ), tetapi sebagai Yesus Kristus atau Kristus Yesus.

  • Latar Belakang PL

Didalam metode PL, berbagai pribadi diurapi dengan minyak dan dengan cara  itu mereka diasingkan untuk menduduki beberapa jabatan rohani dalam pemerintahan teokrasi. Pengurapan ini menunjukkan penugasan ilahi untuk jabatan teokrasi tertentu dan dengan demikian menunjukkan bahwa oleh pengurapan itu mereka digolongkan dalam kelompok hamba Tuhan yang khusus, dan pribadi mereka itu suci dan tidak dapat diganggu gugat ( 1 Taw. 16 : 22 ). Orang yang diurapi itu dipandang sedang berpartisipasi dalam kesucian jabatannya ( 1 Sam. 24 : 6 ).

Perjanjian Lama sering dianggap penuh dengan sebutan kemesiasan “ mesias”. Namun ini berlawanan dengan kenyataannya. Sesungguhnya istilah “ Mesias” itu sama sekali tidak terdapat dalam PL. Kata itu selalu memakai kasus genetif atau akhiran seperti “ Mesias Yehovah “ .inilah penggunaan kata mesianik  terkenal yang menonojol dalam PL yaitu : Raja yang akan dating itu adalah anak Allah, sekaligus yang diurapi yang akan memerintah atas nama Allah dan atas seluruh dunia. Penggunaan mula-mula dari “ Mesias “ dalam konteks mesianis adalah nyanyian Hana ( 1 Sam. 2 : 10 ) ketika dia berdoa, “ Tuhan mengadili bumi sampai keujung-ujungnya; ia memberi kekuatan kepada raja yang diangkat-Nya dan meninggikan tanduk kekuatan orang yang diurapinya.

PL menjelaskan mengenai pengharapan mesianik. Arti kata Meshiah-diterjemahkan dalam bahasa Yunani Kristos Cristsx, arti kata Meshiah dalam PL dipakai secara luas untuk siapapun yang diurapi Allah, yaitu yang diberi panggilan dan misi istimewa oleh Allah. Ustilah tersebut sering dipakai untuk raja Israel – 1 Sam 2: 10, 35, 24:6, 26:9, 11,16,23, juga dipakai untuk imam-imam-Imamat 4:3,5,16, 18:12, Maz 84:10; nabi-nabi-1 Raja 19:16, bapa-bapa leluhur – 1 Taw 16:22, Maz 105:15, bahkan dipakai untuk raja Persia Koresy- Yes 45:1, yang diberi peranan sebagai agen keselamatan bagi umat Allah. Dalam Daniel 9:25 konteks Meshiah Nagiyd (Mesias Raja) dipakai sebagai  terminus technicus untuk Mesias yang akan menyelamatkan umat Allah pada akhir zaman. Mesias Raja ini akan datang pada akhir zaman, ditemukan dalam Kej 49:10, Bil 24:17, Yes 9:6-7. Mikha 5:2, Zakharia 9:9, Maz 2:2, 110:1, dan ditafsirkan dalam PB sebagai Mesias-Kristus – Kis 4:25-26, Mat 22:44, Mark 12:36, Luk 20:42, Kis 2:34. Walaupun ada beberapa ayat dalam PL menyebutkan seseorang Raja yang akan datang pada akhir zaman, beberapa pasal PL menggambarkan zaman mesianis dan aktivitas Allah pada waktu itu. Contoh Yes 26-29, 40-42, Yeh 40-48. Dan 12, Yoel 2:28 – 3:21. Kenyataan ini menggambarkan orang Yahudi untuk mengutamakan fungsi daripada agen.

  • Latar Belakang Masa PB

Kata Cristos dengan sangat sedikit pengecualian muncul dalam keempat injil sebagai satu nama sebutan dan bukan satu nama biasa. Diempat tempat kata itu dipakai sebagai nama biasa dalam cerita, dan hal itu masih bisa diterima. Pilatus rupanya memakai kata itu sebagai sindiran yang tajam. Dibeberapa beberapa tempat lain, kata itu muncul tanpa kata sandang, namun kelihatannya dipakai, satu nama sebutan, dan bukan nama yang pantas. Sesuai dengan teks Yunani dalam Markus 9 : 41 sebutan Christos keluar dari bibir Yesus sebagai nama biasa; tetapi mungkin sekali teks itu telah rusak dalam penyebaran dan bahwa sebenarnya Markus menulis “ karena engkau milik-Ku.” Para murid tidak pernah menyebutkan Yesus sebagai Mesias. Dalam refrensi lain, kata itu dipakai sebagai nama sebutan untuk mesias.

Sumber informasi pengharapan Mesianis orang Yahudi pada masa PB ada beberapa, yaitu Mazmur Salomo 17-18 (tahun 70-45 SM) di Yerusalem, Mesias digambarkan dengan lengkap. Tulisan Qumran – IQS 9:11, IQS 4Qpatr. 3: CDC 19:10-11, 20:1, 12:23-24, 14:19. Ada juga dalam Benediction 14 dari Shemoneh Esreh, beberapa nats dalam Targum, IV Ezra 12:32, II Bar 29:3, 30:1, I Henokh 48:10, 52:4. Tetapi relevansi pengajaran dokumen-dokumen ini terhadap kepercayaan orang Yahudi belum disetujui para penafsir karena waktu penulisannya sesudah masa PB. Dalam penulisan ini digambarkan bahwa Mesias adalah orang tokoh yang sangat diurapi Allah, punya hubungan sangat dekat dengan Allah, sehingga kehidupannya kudus. Ia tidak sombong, bergantung kepada Allah, penuh belas kasihan terhadap semua orang, sangat kuat dalam Tuhan sehingga kata-kataNya berkuasa. Jelas Ia adalah seorang tokoh yang unik, tetapi orang Yahudi tidak menyengka bahwa Ia akan menyamakan diri-Nya dengan Allah sehingga layak disebut Anak Allah.

Mesias punya pelayanan yang unik, Mesias akan mengalahkan, menghukum dan memerintah musuh-musuh bangsa orang Yahudi, sehingga bangsa Yahudi akan merdeka. Pelayanan Mesias adalah pelayanan militer, karena Ia akan menghakimi, mendisiplin dan menyempurnakan bangsa Yahudi, kemudian membimbing serta memerintah dan memberkati sebagai umat Allah.

Pemahaman ini berkembang pada masa penjajahan bangsa Yahudi, sehingga banyak orang Yahudi pada masa PB kedatangan Mesias. Ada unsur pengharapan itu benar, namun kurang lengkap, kurang seimbang dan kurang Alkitabiah sehingga ada tabrakan pengertian antara pengharapan Yahudi dengan pengajaran Yesus mengenai diri-Nya.

  • Mesias Dalam Pelayanan Yesus.

Karena pengertian orang Yahudi yang kurang lengkap mengenai Mesias, maka Yesus tidak memakai gelar Mesias untuk menggambarkan diri-Nya. Kalau Yesus memakai istilah Mesias dapat terjadi salah pengertian terhadap hakekat dan pelayan-Nya, itu sebabnya roh-roh jahay dilarang berbicara, karena mereka tahu bahwa Ia adalah Mesias – Luk 4:41, juga orang-orang yang disembuhkan-Nya tidak boleh bersaksi kepada orang lain tentang apa yang dilakukan-Nya kepada mereka, contoh Markus 1:44, 5:43, 7:36, dan pertanyaan Yohanes Pambaptis mengenai kemesiasan Yesus dijawab secara tidak langsung – Mat 11:2-6, Luk 7:18-23.

Walau demikian ketika Petrus menyebut Yesus “Mesias” (Kristus), Yesus tidak menyangkal hal itu, melainkan Ia menerima pengakuanya – Mat 16:13-20, Mark 8:27-30, Luk 9:18-21, asal kemesiasa-Nya tidak diberitahukan kepada orang lain yang belum menjadi murid-murid-Nya.

Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa Yesus benar-benar Mesias, Raja bangsa Yahudi yang diurapi Allah, namun kemesiasanya tidak sama dengan pengharapan mesianis orang Yahudi. Kepada orang Yahudi sebelum kematian, Yesus tidak biasa mengakuisecara langsung bahwa Ia Mesias. Ketika Ia bangkut, baru menjelaskan kemesiara-Nya kepada para murid-Luk 24:26, 46.

Injil Markus mencatat bahwa ditengah pelayanan-Nya Yesus mengajukan pertanyaan tentang identitas-Nya kepada murid-Nya “ Kata orang, siapakah Aku ini ?” ( Mrk.8 : 27 ).  Petrus menjawab “ Engkau adalah Mesias” Mrk. 8 : 29. kemudian Yesus melarang mereka supaya jangan mengatakan kepada siapapun tentang Dia. Mulai saat itu Yesus mengajar murid-murid-Nya bahwa Ia harus menderita dan harus mati. Matius memperluas kejadian itu lagi. Dengan jawaban Petrus “ Engkau adalah Mesias anak Allah yang hidup” ( Mat.16 : 6 ).

  •  Yesus Sebagai Anak Manusia  

Secara Teologis, salah satu tanda mesianis yang paling penting dalam injil sinoptik adalah Anak Manusia.  Istilah Anak Manusia biasa dipakai Yesus untuk menyebut diri-Nya sendiri, tetapi tidak pernah dipakai orang lain untuk menyebut Yesus, mengapa? Ada yang menganggap bahwa istilah Anak Allah menunjukkan ke-Allahan Yesus, sedang anak manusia menekankan kemanusiaan-Nya, apakah memang demikian pengertiannya?

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: