TETAP MENJADI ORANG BENAR DI MASA SUKAR (2 Samuel 21:15)

By: Iman Yonggi Cho Sinaga, S.Th.

      Musuhnya Daud pada waktu itu adalah Saul dan orang Filistin (Maz.18:1; 2Sam.22:1). Daud dalam kondisi dikejar-kejar Saul dan dia dalam kondisi berperang melawan orang Filistin. Dalam 2 Samuel 21:15; akhirnya dijelaskan Daud menjadi letih lesu. Kata “Letih lesu”: bahasa aslinya artinya sampai tidak berdaya lagi atau kekuatannya terkandas.
       Faktor-faktor yang membuat Daud Letih lesu hingga tidak berdaya (Maz.18:5-6), antara lain;
• Tali-tali maut telah meliliti Daud artinya Daud terikat dengan masalah yang sangat berat.
• Banjir-banjir jahanam telah menimpa Daud artinya Daud cukup tertekan dengan masalah yang ada dan terlalu berat dia memikul masalah tersebut.
• Tali-tali dunia orang mati telah membelit Daud artinya Daud tidak mengerti hendak kemana ia akan lari memohon pertolongan.
• Perangkap-perangkap maut terpasang di depan Daud artinya Daud tidak bisa melarikan diri dari masalah yang dihadapinya yakni musuh-musuhnya, dalam (2 Samuel 21:15-19) menjelaskan; ± 3 kali Daud melawan bangsa Filistin (orang yang sama): Masalah yang dihadapi Daud cukup besar dan masalah tersebut adalah masalah yang sama. Daud diberikan Allah kesempatan untuk menyelesaikan masalahnya yakni orang Filistin. Daud tidak langsung mendapatkan masalah yang baru, sebelum dia menyelesaikan masalah yang ada. Masalah yang dihadapi Daud juga adalah masalah yang berkesinambungan tidak ada putus-putusnya or henti-hentinya.
      Tindakan Daud pada waktu Letih Lesu dan tidak berdaya.
1) Dalam kesesakan Daud tetap berseru kepada Tuhan (2 Sam. 22: 7). Kata “berseru” (BIS) : berteriak. Dalam (AV) “berseru” adalah “Cried” atau “menangis” (Maz.18:7). Dalam bahasa (Ibr) adalah Heberewnu, artinya berseru dengan teriakan keras dan panjang tanpa kata-kata dengan disertai penyerahan diri total kepada Allah.
2) Daud tetap berpegang teguh terhadap Firman Allah (2 Sam. 22:22-23) dengan cara;
    • Daud tetap mengikuti jalan Tuhan (ayat 22)
    • Daud tidak menjauhkan diri kepada Allah seperti orang fasik (ayat 22).
    • Daud memperhatikan segala hukum-Nya Allah (ayat 23)
    • Daud tidak menyimpang dari ketetapan Allah (ayat 23)
    • Daud berlaku tidak bercela dihadapan Allah dan menjaga diri terhadap  kesalahan (ayat 24)
       Dalam kondisi yang sukar Daud tetap dalam kondisi benar dihadapan Allah dan dalam 2 Samuel 22:21,25 Tuhan memperlakukan semuanya itu dan Tuhan membalaskan semuanya itu kepada Daud hingga dia berkemenangan dalam menghadapi musuh (masalah) sesuai dengan kebenarannya dan kesuciannya.

Intinya
Daud dalam menghadapi kesulitan dan kesukaran, dia tidak lari dari hadapan Tuhan, justru Daud makin mendekatkan diri dihadapan Allah serta berpegang teguh kepada kebenaran Allah. Bagaimana dengan kehidupan kita secara pribadi, apakah semakin mendekat kepada Tuhan atau semakin menjauh dari hadapan Allah ketika diperhadapkan dengan kesulitan dan masalah yang berat dan apakah mengabaikan setiap perkataan Allah di dalam Firman-Nya? harapan saya tetap memiliki keyakinan yang radikal di dalam Tuhan dan semakin kuat berharap pada janji kebenaran-Nya.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: