PERCABULAN ( 1 Korintus 5 : 1-13 )

Paulus merintis gereja di Korintus sekitar tahun 50-51 M, ketika ia berada 18 bulan di sana pada perjalanan misinya yang kedua (Kis 18:1-17). Dia terus memelihara hubungan dan merawat gereja ini setelah kepergiannya (lihat 1 Kor 5:9; 2 Kor 12:14). Dalam pelayanannya selama 3 tahun di Efesus, dalam perjalanan misinya yang ketiga (kis 19), ia telah menerima laporan yang mengganggu mengenai kelemahan moral dari orang-orang percaya di Korintus. Untuk mengatasi masalah ini, ia mengirim surat kepada gereja ini (1 Kor 5:9-11), yang telah hilang.

Beberapa waktu kemudian. Sebuah delegasi yang dikirim oleh Khloe, anggota gereja di Korintus, melaporkan kepada Paulus mengenai perpecahan dalam gereja Korintus. Sebelum ia sempat menulis surat, delegasi yang lain dari Korintus datang untuk menanyakan beberapa pertanyaan (1 Kor 7:1; 16:17). Paulus dengan segera mengirim Timotius ke Korintus untuk membantu mengoreksi kondisi yang ada di sana (1 Kor 4:17). Dia kemudian menulis surat yang kita kenali sebagai 1 Korintus, dengan pengharapan bahwa surat tersebut akan sampai sebelum Timotius (16:10). Karena Paulus menulis surat ini pada akhir dalam pelayanannya di Efesus (16:18), kemungkinan ditulis sekitar tahun 56 M.

Surat ini menyatakan beberapa problem budaya Yunani yang umum pada waktu itu pada masa Paulus, termasuk immoralitas seksual yang bertumbuh di kota Korintus. Orang Yunani terkenal dengan penyembahan berhala mereka, filsafat yang beraneka ragam yang memecah belah, roh perdebatan, dan penolakan terhadap kebangkitan tubuh. Korintus adalah kota yang komersial pada waktu itu dan menguasai perkapalan antara Timur dan Barat. Kota ini berlokasi di sebuah leher yang sempit dari sebuah tanah yang berfungsi sebagai jembatan penghubung antar Yunani dan Peloponnesian.

Kota ini sangat terkenal dengan seksualitasnya dan pelacuran bakti. Bahkan namanya menjadi sebuah ungkapan “kepada pemegang paham Korintus” berarti melakukan prostitusi/pelacuran. Roh teritorial dari kota ini adalah Aphrodite (Venus), dewi dari nafsu birahi, dan ribuan pelacuran profesional melayani di kuil yang didedikasikan untuk penyembahan kepadanya. Roh dari kota ini telah muncul dalam gereja dan menerangkan jenis masalah yang dihadapi oleh gereja di Korintus. Hal ini juga memunculkan beberapa masalah, di mana pengalaman-pengalaman religius yang mereka miliki dahulu sebelum bertobat telah mempengaruhi pengalaman dan pelayanan Roh Kudus.

  • Apa yang dimaksud dengan Dosa ?

Jawaban: Dosa ialah kegagalan, kekeliruan atau kesalahan, kejahatan, pelanggaran,

tidak mentaati hukuman, kelaliman atau ketidak-adilan. Dosa ialah kejahatan

dalam segala bentuknya dan pelanggaran akan hukum Allah.

  • Apa yang dimaksud dengan percabulan ?

Jawaban: Percabulan adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan perkara cabul ( pelanggaran kesopanan; perihal cabul ). Percabulan adalah proses, cara, perbuatan cabul atau mencabuli. ( Cabul adalah keji, kotor; tidak senonoh, melanggar kesopanan, kesusilaan ).

Percabulan adalah suatu tindakan yang merugikan orang lain yang sering dilakukan diluar moral. Percabulan ini juga bisa diartikan suatu tindakan konyol yang bertentangan dengan kehendak Allah itu sendiri.

  • Bagaimanakah Jenis Dosa percabulan yang dilakukan jemaat Korintus ( ayat 1-5 ) ?

Jawaban: Dalam ayat ini dosa percabulan yang dilakukan oleh jemaat Korintus pada saat itu adalah “ Hidup dengan isteri ayahnya. “

Dalam pembahasan ayat ini, gambaran dosa yang dilakukan yaitu “ hidup dengan isteri ayahnya “, tidak dapat dijelaskan secara jelas karena sangat sulit untuk menjelaskannya. Penunjukkan kepada “ Isteri ayahnya”, hal itu barangkali jemaat yang melakukan hal yang demikian, telah melakukan pelanggaran seksual dengan ibu tirinya sendiri atau ibu kandungnya sendiri.

  • Tindakan apakah yang dilakukan oleh Rasul Paulus untuk mengatasi mengenai dosa percabulan kepada jemaat Korintus ?

Jawaban : Tindakan yang dilakukan Rasul Paulus mengenai dosa percabulan kepada jemaat Korintus yaitu :

    1. Rasul Paulus menegur jemaat Korintus, karena mereka membiarkan orang-orang yang melakukan percabulan tetap tinggal sebagai anggota didalam jemaat.
    2. Rasul Paulus menegur mereka karena percabulan itu menjadi suatu kebiasaan bagi beberapa orang dalam jemaat Tuhan di Korintus ( ayat 1 ) dan karena mereka menyombongkan diri, padahal mereka patut berdukacita atas perbuatan itu ( ayat 2 ).
    3. Rasul Paulus sendiri turun tangan dalam menangani masalah ini serta menyerahkan orang yang bersalah itu kepada iblis karena mereka tidak menuruti dan tidak melakukan apa yang wajib mereka perbuat yaitu melakukan kebenaran Firman Tuhan.
    4. Rasul Paulus menyatakan sikapnya kepada orang yang berdosa maupun kepada jemaat yang sudah mengabdikan kewajibannya terhadap orang berdosa itu ( ayat 3-5 ). Ia mengambil suatu tindakan yang tegas yaitu : menyerahkan mereka kepada iblis dengan memakai dalam nama Yesus Kristus.
    5. Rasul Paulus menghendaki agar seluruh jemaat berkumpul dan menjalankan disiplin atau ketertiban terhadap orang yang sudah bersalah dan menyerahkannya kepada iblis.
    6. Rasul Paulus menjelaskan kepada jemaat Korintus supaya mereka menjaga kekudusan ( ayat 6-13 ). Paulus menasihatkan mereka dan mengajak mereka untuk hidup kudus. Rasul Paulus memberikan gambaran kembali mengenai hari raya paskah orang Israel. Pada hari raya itu, semua ragi dalam segala makanan mereka, harus dibuang dari rumah-rumah orang-orang Israel. Demikian pula, kehidupan orang Kristen akan tetap menjadi suatu hari raya paskah apabila segala percabulan, kemunafikan,dan iri hati, dibuang dari dalam hati mereka ( ayat 6-8 ). Rasul Paulus menjelaskan amanat yang diberikannya itu dalam sebuah surat supaya mereka jangan bergaul dengan orang-orang yang jahat itu ( ayat 9-13 ).
  • Bagaimanakah kondisi hati Rasul Paulus pada saat ia mendengarkan dosa percabulan yang dilakukan oleh jemaat Korintus ?

Jawaban : Rasul Paulus berdukacita karena kejahatan yang mereka perbuat, tetapi ia lebih berdukacita karena anggota-anggota jemaat tidak mengambil suatu tindakan terhadap orang-orang yang bersalah itu, yaitu tindakan untuk mencegah perbuatan percabulan itu. Kesalahan yang terbesar yang mereka lakukan ialah : bahwa mereka membiarkan dosa itu didalam jemaat Tuhan, sedikit pun mereka tidak berdukacita karenanya. Rasul Paulus sangat Khawatir, jika perbuatan itu mempengaruhi seluruh jemaat sehingga mereka menjadi cemar. Akibat dosa itulah yang ditakutkan oleh Rasul Pulus.

  • Bagaimanakah Cara Rasul Paulus untuk mengatasi dosa percabulan di Jemaat Korintus ( ayat 6-13 ) ?

Jawaban : Ada beberapa hal yang rasul Paulus ambil keputusan dalam mengatasi dosa percabulan yaitu :

a)      Rasul Paulus meminta diadakan rapat jemaat dan memberlakukan siasat gereja. Ia menunjukkan hal-hal yang memberi wibawa kepada keputusan rapat itu dengan menggunakan  kuasa dan nama Tuhan Yesus.

b)      Jemaat Korintus harus mengeluarkan orang yang bersalah itudari jemaat dan dengan demikian, dikembalikan kewilayah iblis.

c)      Orang yang bersangkutan harus kelur dari persekutuan Kristen dan masa depan rohaninya yang terakhir bukan lagi urusan Jemaat setempat tetapi akan diungkapkan pada hari Tuhan.

Intinya

Allah tidak menghendaki percabulan menyebar bagi kalangan Keluarga orang percaya. Orang percaya kepada Tuhan harus menghindari dan menjauhkan tindakan percabulan dalam keluarganya. Percabulan dapat merongrong atau membuat kerohanian dan keluarga Kristen hancur dan rusak. Semakin keluarga Kristen berjalan dijalurnya Allah dan dekat dengan Allah maka dosa percabulan akan semakin cepat untuk menggerogoti jiwa mereka.

Percabulan tidak pernah berasal dari Allah, akan tetapi percabulan itu ada atau datang dari setiap keinginan manusia itu sendiri.  Jadi, jangan pernah mencoba untuk melakukan dosa percabulan dalam keluarga masing-masing. Sekali melakukan dosa percabulan  dalam keluarga maka untuk seterusnya akan ketagihan untuk melakukannya.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: