BERMEGAH DIHADAPAN ALLAH BUKAN DIHADAPAN MANUSIA (Yer. 9:23-24)

By: Iman Yonggi Cho Sinaga, S.Th.

Dalam Kamus Bahasa Indonesia, bermegah artinya mempunyai sifat mengagumkan (indahnya), kuat dan gagah, mulia, masmur, bangga. Jadi seseorang yang bermegah dihadapan Allah adalah seseorang yang mengagunggkan Allah, meninggikan dan memuliakan nama Allah.

  • Ada larangan-larangan dalam hal bermegah (ayat 23) yaitu;
  1. Janganlah orang bijaksana bermegah karena kebijaksanaannya.  Allah memberikan kepada manusia kebijaksanaan, kepintaran, kepandaian, kecerdasan dan intelektual dengan tujuan untuk mengelolah bumi. Kebijaksanaan manusia itu harus tepat sasaran dan  difungsikan kearah yang lebih baik. Kebijaksanaan bisa menjadi dosa dan bisa juga tidak mengandung unsur dosa. Kebijaksanaan itu dikatakan dosa ketika mereka mengagung-agungkan kepintaran mereka, mendewakan kebolehan mereka sehingga mereka menganggap tidak perlu lagi Tuhan. Atau sebaliknya kebijaksanaan itu tidak dosa ketika mereka menfungsikannya untuk membangun sesama, menolong orang lain untuk memberikan solusi yang baik dan positif dan lain sebagainya. Jika kita sudah mulai terfokus kepada kepintaran dan kebijaksanaan sehingga lupa Tuhan dan tidak mengagungkan Allah lagi, maka secepatnya kita datang kepada Allah dan meminta ampun kepada Allah. Allah tidak ingin manusia lebih mengagungkan pikirannya dibandingkan Allah. Allah lebih tinggi dari pikiran dan kebijaksanaan manusia . Jadi, janganlah terjadi pikiran, kecerdasan lebih dominan daripada keyakinan dan kebenaran Allah atau diri Allah.
  2. Jaganlah orang kuat bermegah karena kekuatannya. Manusia dikatakan kuat ketika memiliki otot yang besar,  memiliki ilmu mistik, setan, uang yang banyak, bisa menguasai teknologi, fasih berkata-kata,  jago berkelahi dan lain sebagainya.  Kekuatan manusia memang dibutuhkan dalam mengerjakan segala sesuatu yang berhubungan dengan aktivitas. Dan kekuatan  itu juga dipercayakan oleh Allah kepada manusia untuk memelihara apa yang ada. Akan tetapi kekuatan manusia  itu bukanlah segalanya, bukan untuk dipuja, bukan untuk dimuliakan dan disembah namun kekuatan manusia itu harus disadari bahwa hal itu memiliki keterbatasan. Janganlah kekuatan itu akhirnya membuat dirinya binasa dihadapan Allah karena mereka mengagung-agunkannya.
  3. Janganlah orang kaya bermegah karena kekayaannya. Manusia bekerja untuk mendapatkan kekayaan demi kebutuhan hidup. Walaupun banyak cara yang dilakukan manusia untuk mendapatkan kekayaan, akan tetapi kekayaan itu memiliki kekuatan dan  pengaruh yang besar di dalam diri manusia, baik negatif maupun positif. Pastinya bahwa Kekayaan sebagai pelengkap kebutuhan manusia.  Jika manusia sudah memiliki kekayaan di dalam diri mereka, jangan sampai mereka berfikir hal itu karena kekuatan mereka sehingga akhirnya kekayaan itu menghancurkan hidup mereka. Apalagi jika kekayaan disalah gunakan kearah yang lebih jahat. Janganlah hal demikian sampai terjadi.
  • Ada hal-hal yang disukai Allah dalam hal bermegah (ayat 24) yaitu;
  1. Ketika umat-Nya mau menyediakan waktu untuk memahami Allah, caranya; mereka harus menyelidiki dan mengamati cara kerja Allah di dalam diri manusia. mereka juga harus menikmati tindakan Allah dan hadirat Allah serta mengarahkan hidup kepada Kristus dan bukan kepada manusia. Manusia dianjurkan untuk memahami Allah yaitu; Kasih setia Allah, Keadilan Allah dan kebenaran-Nya. Tindakan seseorang menentukan cepat atau tidaknya mereka memahami Allah. Seseorang perlu bertindak lebih cepat untuk memahami Allah yakni;
    1. Seseorang membutuhkan kedekatan dan keintiman dengan Allah untuk memahami Allah
    2. Seseorang perlu membutuhkan kebersamaan dengan Allah setiap hari dan setiap jam.
    3. Seseorang sangat penting bekerja sama dengan Allah dan menjadikan Allah sebagai teman curhatnya kapan saja dan dimana saja.
  2. Ketika manusia mau menyediakan kesempatan untuk mengenal Allah di dalam kehidupan mereka. Caranya; dengan mengadakan hubungan yang intim dengan Allah. Mempelajari kehidupan Allah di dalam Alkitab dan berbagi hidup dengan Allah. Mengenal Allah tidaklah sudah dan tidak juga mudah tergantung seseorang mampu tidak memberikan dirinya belajar untuk memahami Allah. Untuk lebih membantu seseorang mengenal Allah maka ada sebuah inisiatif untuk dikerjakan yaitu; mereka harus menyediakan waktu dan kesempatan untuk datang kepada Allah dan mereka harus menikmati proses yang ada di dalam dirinya.

Intinya

  • Sikap dan sifat bermegah  dihadapan Allah adalah kesukaan Tuhan dan dinantikan oleh Allah terjadi di dalam pola hidup manusia.
  • Allah menganjurkan bermegah dihadapan Allah bukan dihadapan manusia atau kekuatan dunia semata.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: