MENEMUKAN PASANGAN HIDUP (2 Korintus 6:14-16)

By: Iman Yonggi Cho Sinaga, S.Th.

Dalam 2 Korintus 6:13-14 di sana diberitahukan sebuah contoh untuk diteladani, kepada orang yang sudah percaya Yesus Kristus, bagaimana cara atau tindakan untuk menemukan pasangan hidup.

Dalam ayat ini, rasul Paulus sangat dekat dengan jemaat yang ada di Korintus. Dalam ayat 13 ada kata “Aku berkata seperti kepada anak-anakku “. Ini berarti Paulus dengan jemaat Korintus sangat dekat sekali, sampai rasul Paulus dalam hal menyampaikan nasehat Firman Tuhan seperti kepada anak-anak yang dikasihinya.

Dalam ayat 13 Paulus dengan jemaat Korintus seperti bapa dan anak-anak. Walapun dalam ayat ini tidak ada dijelaskan sosok seorang bapa, tetapi ia mengibaratkan Jemaat Korintus adalah seperti anak-anaknya dan dia adalah bapak rohaninya yang sedang menyampaikan suatu firman yaitu dalam hal menentukan pasangan hidup mereka. Jemaat Korintus, yang disebut seperti anak-anaknya, ia memberikan suatu cara bagaimana untuk menentukan atau cara memilih pasangan hidup yang baik.

Di dalam jemaat Korintus ada beberapa hal permasalahan yang ditemukan si penulis yaitu : Dalam jemaat Korintus, rupanya ada yang salah dalam hal memilih pasangan hidup. Mereka memilih pasangan mereka dengan sesuka hatinya tanpa mempertimbangkan dari sisi iman mereka dan  kerohanian mereka. Mereka memilih pasangan hidup sesuai dengan kepuasaan dan keinginan hati mereka dan bukan menurut isi hatinya Allah. Sehingga dalam keluarga mereka terjadi tidak sehat dan tidak harmonis lagi. Dalam ayat 13, Paulus memberikan suatu perintah kepada mereka yang belum berkeluarga, supaya mereka membuka hati dan mata jasmani mereka secara luas, dalam hal untuk menemukan pasangan hidup. Mereka tidak akan mengerti tentang Firman Allah jika mereka menutup hati mereka, tidak memberikan hati untuk ditaburkan dengan kebenaran di dalam diri mereka dan tidak memperhatikan apa yang akan disampaikan oleh rasul Paulus mengenai menemukan pasangan hidup. Paulus menganjurkan agar orang percaya membukakan hati mereka secara terbuka tentang pengajaran ini yakni mengenai menemukan pasangan hidup.

Dalam ayat 14, merupakan ayat yang memberikan suatu larangan, pesan  dan peringatan dalam hal memilih pasangan hidup mereka. Dalam ayat 14 ada kalimat yang mengatakan “Janganlah kamu merupakan pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya “. Disana ada kata “Janganlah”, dalam bahasa Yunani “Janganlah lagi”, ini merupakan suatu larangan yang keras. Bisa juga hal ini merupakan suatu perintah atau peringatan yang keras kepada jemaat Korintus, walaupun mungkin mereka sudah pernah melanggar, akan tetapi, Paulus menegaskan supaya mereka jangan melakukan kesalahan dalam hal memilih pasangan hidup. Karena jika mereka salah memilih pasangan hidup maka akan terjadi suatu penyesalan terhadap kehidupan mereka seumur hidup (berakibat di dalam keluarga mereka dan hubungan mereka terhadap Tuhan Yesus Kristus).

Kondisi kota Korintus.

Pada waktu itu, kota Korintus merupakan suatu gudang pelacuran. Kondisi antara wanita dan laki-laki sudah banyak yang melanggar Firman Tuhan dan kerusakan moral juga sangat banyak di Korintus. Jadi, Paulus kembali mengingatkan kepada mereka, pada saat mereka memilih pasangan hidup, supaya mereka mengambil pasangan yang seiman, satu Tuhan, satu hati dan satu roh di dalam Yesus Kristus, jika tidak demikian mereka akan terseret keluar dari keyakinan mereka.

Paulus ingin mempertahankan iman jemaat, yang ada di Korintus. Karena mereka bisa meninggalkan Tuhan, apabila mereka mengambil pasangan yang tidak seiman. Karena pasangan mereka yang tidak seiman akan mempengaruhi kehidupan mereka dan akan memborgol kehidupan mereka untuk datang kepada Allah. Sehingga rasul Paulus mengingatkan kembali, dan memberikan pemahaman yang benar tentang memilih pasangan hidup, harus yang seimbang, sederajat, setara dan sama.

Perbandingan  Kitab dari kitab yang lain  dalam ( ayat 14a ) yaitu mengenai menemukan pasangan hidup (mengenai membangun sebuah keluarga yang harmonis dan yang sehat) :

(TB) Janganlah kamu menjadi pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya “

(BIS) Janganlah kamu menjadi sekutu orang-orang yang tidak percaya kepada Yesus, itu tidak cocok.

(NIV) Translate : Janganlah bersama-sama dengan pasangan yang tidak percaya.

(YUN) Janganlah kamu menjadi pasangan yang memakai kuk yang berbeda (Yun) “Heterozugeo“ dengan orang-orang yang tidak percaya (Yun) “Apistos“ artinya: yang tidak dapat dipercayai atau mustahil, yang tidak percaya; yang tidak beriman.

Ada beberapa cara yang paulus pakai untuk menjelaskan “Pasangan yang tidak seimbang dengan orang-orang yang tidak percaya“ dalam menemukan pasangan hidup yaitu :

( TB ) Kebenaran dan kedurhakaan tidak sama atau tidak ada persamaan.

( BIS ) Menjelaskan kebaikan dan kejahatan tidak dapat berpadu (ayat 14b).

( YUN ) Kebenaran dan mental yang tidak mengindahkan hukum tidak ada suatu kebersamaan (mereka mengalami suatu keterpisahan).

(TB) Terang dengan kegelapan tidak dapat bersatu.

(BIS) terang dengan kegelapan tidak dapat bergabung (ayat 14c).

(YUN) Terang dengan kegelapan tidak ada hubungan yang erat satu dengan yang lain.

(TB)  Kristus dengan Belial tidak ada suatu persamaan (ayat 15a) dan tidak dapat bersama.

(TB) Orang-orang percaya dengan orang-orang yang tidak percaya, tidak memiliki bagian secara bersamaan dihadapan Allah, ada suatu perbedaan (ayat 15b).

(TB) Bait Allah dengan berhala tidak ada hubungannya satu dengan yang lain (ayat 16a). Orang yang percaya  adalah bait dari Allah yang hidup menurut Firman Allah.

Dalam 2 Korintus 6:14-16 berpesan kepada orang-orang yang percaya masa kini untuk merenungkan dan memperhatikan kembali mengenai memilih atau menemukan pasangan hidup (dalam hal berkeluarga).

Hal-hal yang perlu untuk ditelusuri adalah;

1. Kedua pasangan harus Seiman

2  Kedua pasangan harus seimbang

3. Kedua pasangan harus bisa sama-sama dipercayai

Catatan : Belial  (Ibrani) menunjuk kepada ketidak berhargaan (REB) menyebut “Scoundrels” artinya “Bajingan atau orang-orang dursila” (W.R.F. Browning, Kamus Alkitab.BPK Gunung Mulia, Jakarta: 2010. Hal.54)

Intinya: Dalam hal memilih pasangan hidup harus mencari yang seimbang, yang dapat dipercayai, yang seiman, yang sederajat, yang sehati, satu Tuhan, yang sepikir dan yang se visi dihadapan Allah. Orang percaya tidak diizinkan untuk memilih pasangan yang tidak percaya kepada Tuhan, akan tetapi mereka harus keluar dari jalur mereka, dari antara mereka yang tidak percaya kepada Allah dan mereka harus memisahkan diri dari hadapan mereka dan bahkan tidak akan sampai mereka menjamah mereka karena mereka yang tidak percaya kepada Allah rata-rata di Korintus sudah najis.

Tag:

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: