RESENSI BUKU

Buku : “Kepemimpinan Kristen”

  •  Judul               : Kepemimpinan Agape.
  • Penulis             : Robert L. Peterson, Alexander Strauch.
  • Penerbit            : Yayasan Andi.
  • Jumlah halaman : 130 halaman.

II.  Ringkasan Buku :

Robert Cleaver Chapman (1803-1902) adalah seorang yang sangat dihormati sebagai tokoh Kristen di Inggris pada abad 19. dia sangat terkenal karena kehidupan yang saleh dan penuh cinta kasih. Chapman adalah seorang pendeta, guru dan penginjil. Dia adalah seorang pemimpin yang perkasa, sebagai hasil dari hidup pekerjaannya telah lebih dari cukup dinyatakan. Namun corak kepemimpinannya tidak melanggar prinsip-prinsip kepemimpinan kasih dan anugerah dari Allah. Situasi di mana Roh Allah bekerja seharusnya tercipta– bukan hanya hasil– adalah hal yang terpenting baginya.

Kepemimpinan Agape

Pertama-tama kita harus rendah hati, tidak mencari tempat atau nama terhormat. Kasih agape adalah tanda pengenal yang dimiliki oleh semua pengikut Kristus. Setiap pemimpin yang tidak bekerja dengan kasih agape hanya meyia-nyiakan hidupnya pada masa sekarang ini dan akan kehilangan pahala-pahalanya yang kekal nanti. Seorang pemimpin yang demikian itu juga menjadi penghalang pertumbuhan rohani di dalam Kristus. kasih adalah keberhasilan keluarga, begitu juga kasih itu harusnya menjadi unsur pemersatu dalam gereja lokal (II Kor 12-15).

 Gemar dalam Firman Tuhan

Tekun berdoa dan gemar Firman Tuhan adalah rahasia keberhasilan seorang pemimpin dalam menggembalakan gereja. Dia memiliki kebebasan untuk mengajar semua yang dia temukan dalam Firman Tuhan. Dia yakin bahwa hanya Firman Tuhan yang memberi makanan dan membawa pertumbuhan; hanya Firmanlah yang melindungi gereja dari musuh utama, pengajaran palsu; hanya Firman yang memimpin gereja ke tingkat yang lebih tinggi dan ke dasar yang lebih baik. Dengan sangat hati-hati ia mendasarkan pandangan teologianya pada Alkitab keseluruhan, tidak hanya mendasarkan beberapa cuplikan ayat-ayat saja. Dia telah merasakan bahwa Alkitab adalah sangat eksklusif, sumber yang cukup untuk menjawab semua tantangan hidup.

Karakter yang dipimpin oleh Roh

Perpaduan yang indah antara buah Roh yang menyenangkan dan pengajaran Alkitab yang kokoh memperjelas kesuksesan seorang pemimpin. “ bagi mereka yang memangku jabatan di gereja—penginjil, pendeta—bukanlah pengetahuan dan kefasihan  berbicara saja yang dibutuhkan; tetapi juga, dan di atas segalanya, anugerah dan (cara hidup) yang tak bercacat.” Wajah seorang pemmpin sungguh merefleksikan sukacita dan kebaikan di dalam hatinya, dia menunjukkan rasa iba terhadap kebutuhan rohani mereka sama seperti kebutuhan pada orang-orang dewasa.

Menjadi Sabar dan Lemah Lembut

Seorang pemimpin harus mengambil satu langkah lebih maju untuk merobohkan penyekat-penyekat di antara masyarakat—sesuatu yang membuatnya menjadi sangat terkenal, dia harus memiliki sikap sabar. Banyak perpecahan yang tidak terpuji dan tidak menghormati Allah dan perebutan kekuasaan akan terhindari jika kita mengingat bahwa “kasih itu sabar” (I Kor 13:4) dan para pemimpin gereja haruslah “lemah lembut” (1 Tim 3:3).

Memelihara Persatuan

Seorang pemimpin harus mempunyai keyakinan yang besar menentang perbedaan-perbedaan denominasi yang tentu berkeinginan untuk menghilangkan penggunaaan nama denominasi tersebut untuk orang kristen, dia sungguh-sungguh mencintai gereja-gereja Kristus seutuhnya–tidak hanya satu bagian saja atau sekte di dalamnya. Dia tidak mempunyai pandangan sempit, sikap yang dibatasi dengan sekte-sekte seperti yang dimiliki oleh beberapa orang yang menyelidiki Alkitab. Seorang pemimpin harus mengerti bahwa persatuan kristen mempunyai arti yang lebih dari sekedar sisi praktisnya; itu adalah refleksi yang dalam dari sifat Allah sendiri. Jadi ia melakukan segalanya dalam kekuatannya “ untuk memelihara kesatuan dari Roh dalam ikatan damai”.

Berdisiplin dan Memulihkan

Di dalam menyelesaikan dosa orang lain, seorang pemimpin sangat berhati-hati; kita harus mengingat kasih Allah kepada kita.

Mengampuni dan Memberkati Orang Lain

Secara alami, tanggapan manusia karena penghinaan atau ejekan adalah marah, balas dendam, sikap membenarkan diri sendiri atau pengunduran diri. Tetapi tanggapan orang-orang Kristen apalagi seorang pemimpin berbeda: mereka bertindak seperti Kristus. Kita sulit membayangkan apa yang Allah akan lakukan ketika umat-Nya sungguh-sungguh mengasihi seperti Kristus mengasihi.

Keramahtamahan

Keramahtamahan adalah kehidupan sehari-sehari yang khusus dan dapat diperhatikan dalam pernyataan kasih agape. Jika   seorang pemimpin rohani tidak mempunyai keramahtamahan, maka jemaatnya akan mempunyai sifat yang tidak ramah dan gereja kita akan menjadi lembaga sekolah minggu daripada sebagai perkumpulan rumah Tuhan (I Tim 3:15).

Memberi kepada yang Memerlukan

Seorang pemimpin adalah orang yang gampang merasa iba, dengan mudahnya dia memberi waktu dan apa yang menjadi miliknya juga seorang yang dermawan. Dia memiliki sifat yang suka memberi.

Bekerjasama dalam Kasih

Seorang pemimpin tidak pernah menjadi seorang yang ingin tampil seorang diri atau mencari kemuliaan bagi dirinya sendiri. Kerendahan hati ilahi dan kasih memampukan seorang pemimpin untuk bekerja bersama dalam damai dan harmoni bersama rekan-rekannya. Dia menunjukkan kerendahan hati dan roh yang lemahlembut dengan selalu berserah kepada pemimpin yang lain pada butir ketidaksetujuan, ini demi menjaga persatuan dia tidak akan mengajar pandangan yang bertentangan dari para penatua yang lain; namun dia tidak melihat adanya satu keperluan untuk mengubah interprestasinya.

Visi dan Penginjilan

Seorang pemimpin dengan terbuka menyaksikan Injil kepada siapa saja yang mau mendengarnya. Dia berdoa bagi utusan Injil dengan tidak henti-hentinya.

Penguasaan Diri

Secara teratur seorang pemimpin selalu menati penguasaan diri dalam jiwa, pikiran dan tubuh sepanjang hidupnya. Seorang pemimpin harus menyadari kebutuhan penting untuk tidak mengalami kegagalan dalam komitmennya pada penguasan diri secara pribadi. Dia melihat nilai itu besar dalam pikiran, tubuh dan rohnya. dia memberi makanan rohani bagi dirinya setiap hari. Merenungkan Firman dan berdoa hendaknya menempati bagian utama dalam waktunya. Dia adalah seorang yang berkesadaran sangat sehat.

Doa  dan Penyembahan

Bagi seorang pemimpin kristen, tidak ada komentar yang lebih baik lagi dengan mendorong orang bagi Tuhan selain dari teladan hidup dalam kekudusan, kehidupan yang saleh, senang menyembah Tuhan, seorang pendoa, ketergantungan pada perlindungan Allah dalam perjalanan pekabaran Injil. Dia pada akhir-akhir tahun hidupnya telah dapat menyeselaikan tujuannya melalui kesungguhan yang teguh, mendoakan orang lain. Kesucian hidup seorang pemimpin membuat pengaruh yang banyak sekali bagi banyak orang.

 Keunggulan dan kekurangan buku :

  • Keunggulan

Buku ini sederhana, penulisannya sistematik, dapat dimengerti, terutama sangat memberkati hamba-hamba Tuhan untuk menjadi seorang pemimpin kristen yang mengutamakan kasih agape dalam segala aspek kehidupannya dan dapat membantu mengubah cara berpikir pembaca bagaimana seharusnya menyelesaikan pekerjaan Tuhan dan mendorong pembaca agar menjadi seperti Tuhan kita Yesus Kristus yang ajaib.

  • Kelemahan :

 Buku ini terkesan tidak ilmiah karena merupakan suatu kesaksian dari Kehidupan R.C. Chapman.

 

 

 

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

One response to “RESENSI BUKU”

  1. Iman Yonggi Cho says :

    Reblogged this on imanyonggicho and commented:

    Add your thoughts here… (optional)

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: