TRITUNGGALBy: I…

TRITUNGGAL

By: Iman Yonggi Cho Sinaga, HP. 081269595282.

Email; yonggisinaga@yahoo.co.id

Pengertian Tritunggal

Secara Etimologi kata “Tritunggal” berasal dari kata bahasa Latin “Trinitas” yang terdiri dari dua kata yakni “Tres” artinya “Tiga” dan “unus” yang berarti “esa”, “tunggal” atau “satu” (Thomas N. Raltson; Elements Of Divinity; 1924. hal. 58).  Jadi Tritunggal artinya tiga satu. Tiga satu apa..?? apa yang tiga satu..?? memang sulit mengartikan kara ini diluar konteks kekristenan, sebab kata ini secara eksklusif  digunakan dalam dunia Teologia Kristen, sehingga arti yang dikenakan kepadanya menjadi esklusif pula. Tritunggal ( tiga satu ) ini dalam konteks Teologia Kristen adalah pengertian yang seimbang antara tiga dan satu.

Penjelasan;

  • B. B. Warfield  berkata: ‘Ada satu Allah yang benar dan satu-satunya, tetapi didalam keesaan dari keallahan ini ada tiga pribadi yang sama kekal dan sepadan, sama didalam hakikat tetapi berbeda didalam pribadi.. (Charles C. Ryrie; Basic Teology; 1988; hal. 53).
  • A. W. Tozer berkata: “Didalam Tritunggal ini tidak ada yang lebih dahulu atau lebih kemudian, tidak ada yang lebih besar atau yang lebih kecil, tetapi ketiga pribadi itu sama-sama kekal, bersama-sama dan setara. (Mengenal yang maha kudus; 1995; hal. 35, lihat juga Peter Wongso; Doktrin tentang Allah (diktat); 1988; hal.31).
  • Pandangan yang paling lengkap yakni Stephen Tong berkata: “Doktrin Tritunggal termasuk doktrin monoteisme yang percaya kepada Allah Yang Maha Esa. Dan Allah Yang Maha Esa itu memiliki tiga pribadi  bukan satu. Pribadi pertama adalah Bapa, Pribadi yang kedua adalah Allah Anak, dan yang ketiga adalah Allah Roh Kudus.. Tiga pribadi bukan berarti  tiga Allah, dan satu Allah bukan berarti satu pribadi. Tiga pribadi itu mempunyai satu esensi atau sifat dasar (Yunani; Ousia; Inggris : Substance) yang sama, yaitu Allah. Allah Bapa adalah Allah. Allah Anak adalah Allah dan Roh Kudus adalah Allah, Namun ketiga-Nya mempunyai satu ousia yaitu esensi Allah. ( Allah Tritunggal; 1990; hal. 20-21).

Jadi konsep yang benar mengenai tritunggal adalah pengertian  yang mampu mengakomodasi kedua konsep ini (keesaan dan ketigaan), atau dengan kata lain mampu menyeimbangkan antara keesaan (ketunggalan) dan ketigaan Allah.

Hubungan Tritunggal Dengan Doktrin Yang Lain

Pertama, Hubungannya Tritunggal dengan Teologi secara umum mengenai masalah wahyu (Revelation). Wahyu adalah satu-satunya cara manusia untuk dapat memahami Allah yang transenden. Tanpa wahyu, manusia tidak dapat mengenal Allah, apalagi mengenalnya dengan benar. Wahyu (revelation) adalah tindakan Allah keluar dari “selubung-selubung-Nya’ untuk memperkenalkan diri-Nya kepada manusia.

Ada dua jenis wahyu antara lain;

  1. Wahyu Umum (general revelation of God): melalui penciptaan dunia ini. Allah menyatakan diri-Nya melalui ciptaan-Nya.
  2. Wahyu Khusus (special revelation of God): Melalui pribadi kedua dari Allah tritunggal.

Kedua, Hubungan doktrin Tritunggal dengan Kristologi adalah dalam pribadi Yesus Kristus. Secara historis perdebatan kristologi terjadi lebih dahulu daripada perdebatan tentang doktrin tritunggal, namun secara hakiki sebenarnya ada hubungan timbale balik antara kedua doktrin ini. Doktrin Tritunggal tidak dapat dibenarkan jika ternyata doktrin tritunggal keliru. Jhon F. Walvoord mengaitkan Kristologi dengan Tritunggal dengan berkata: “Setiap serangan terhadap doktrin Tritunggal merupakan serangan pula terhadap pribadi Kristus. Sebaliknya setiap serangan terhadap pribadi Kristus merupakan serangan terhadap doktrin tritunggal, karena keduanya berdiri dan jatuh bersama.” (Yesus Kristus Tuhan kita:tt; hal.25).

Ketiga, Hubungan doktrin Tritunggal dengan pneumatologi adalah Roh Kudus. Roh Kudus adalah salah satu dari oknum-oknum Tritunggal. Stephen Tong berkata “Roh Kudus adalah pribadi yang aktif dalam semua tindakan ilahi. Ia terlibat dalam tindakan penciptaan, Ia terlibat dalam karya penebusan dan member hidup baru, Ia juga terlibat dalam tindakan pengwahyuan dengan menurunkan Firman kedunia.” (Roh Kudus, Doa dan Kebangunan, 1995:10). Kekeliruan doktrin tritunggal adalah menggugurkan doktrin pneumatologi, dan kekeliruan doktrin pneumatologi ketika menggugurkan doktrin tritunggal. Setiap serangan terhadap pribadi Roh Kudus adalah serangan terhadap doktrin tritunggal dan setiap serangan terhadap doktrin tritunggal juga merupakan serangan terhadap pribadi Roh Kudus.

 

Konsep Tritunggal dalam Alkitab

Allah adalah pribadi Ia menyatakan diri-Nya sendiri sebagai pribadi. Ia berpikir, Ia berbicara, Ia bertindak, Ia berkomunikasi, Ia memiliki perasaan. Itulah Allah.

 

Dalam Perjanjian Lama

Karena Kebenaran Tritunggal adalah wahyu Allah, dan wahyu Allah itu bersifat progresif, maka haruslah disadari bahwa perjanjian lama tidak memberikan bukti-bukti secara eksplisit tentang ketritunggalan Allah, melainkan hanya memberikan indikasi-indikasi kearah kenyataan ini. Louis Berkhof berkata: “Alkitab tak pernah berhubungan dengan doktrin tritunggal sebagai suatu kebenaran yang abstrak, akan tetapi Alkitab mengungkapkan kehidupan tritunggal dalam berbagai hubungan sebagai suatu kenyataan yang hidup…” (Teologi Sistematika (Doktrin Allah); 1993; hal.148). Oleh sebab itu maka konsep yang akan dipaparkan didalamnya tentu hanya bersifat indikatif saja.

Ayat-ayat yang terkandung didalam Alkitab;

  1. “Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air ( Kej. 1:1)
  2. Kejadian 1:26: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita”. Yang penting untuk diperhatikan kata ‘Kita”.
  3. Ayat-ayat yang mirip dengan Kejadian 1:26 adalah Kej.3:22; 11:7; Yes.6:8.

Penjelasan Ayat.

1)     Kata “Allah” dalam ayat ini  dalam bentuk plural (jamak/ lebih dari satu) yakni “Elohim”. Kata “Elohim” 32 kali ditemukan dalam Kejadian pasal pertama. Kata Elohim, plural dipakai di sini untuk menunjukkan kemuliaan, keagungan dan misteri tentang Allah atau pengwahyuan yang tak terselami. Namun kata itu diikuti dengan kata kerja singular atau tunggal. Itulah Allah. Kata “Elohim” menunjukkan bahwa Allah adalah satu di dalam tiga pribadi/tiga satu (adanya keseimbangan antara 3 dengan satu dalam bentuk ke-Allahannya). Elohim, Allah; Ruach, Allah adalah Roh.

2)     Kata “Kita” harus diakui bahwa sebenarnya bentuk jamak (plural). Dalam ayat ini tidak secara langsung menunjuk kepada Allah Tritunggal, sebab dalam corak Perjanjian Lama penggunaan dalam bentuk jamak adalah untuk menggambarkan atau merupakan suatu jamak kehormatan “Plural  maiestaticus” (Walter Lempp: Tafsiran Kej; 1974; hal.36)

Jadi, Dalam Perjanjian Lama  Allah menyatakan diri-Nya dalam tiga pribadi dalam satu kesatuan yang memiliki kesetaraan dan Dia ada di dalam kekekalan.

 

Dalam Perjanjian Baru

Kalau didalam Perjanjian Lama konsep Tritunggal tidak terlalu jelas dan hanya bersifat indikatif saja. Dalam Perjanjian Baru kebenaran ini sangat jelas dan sungguh ditekankan. Buktinya: ada tiga pribadi yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus. Ketiganya ini sering disebutkan secara bersama-sama ( Mat.3:16-17; Mat. 28:19; 2Kor. 13:13) bnd. (1 Petrus 1:2; 3:18; Wah. 1:4-5).  Ada tiga pribadi yang dinyatakan sebagai Allah dan memiliki kualitas ilahi yang sama dalam berbagai hal.

Tentang Allah Bapa, tentunya tidak ada masalah lagi yang berkaitan dengan keilahian-Nya, sebab baik Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru sangat jelas  berbicara tentang Ia sebagai Allah, dan juga dalam kerangka doktrin Tritunggal, pribadi Bapa sangat jarang dipersoalkan. Pribadi Anak (Yesus Kristus) dan Roh Kudus menjadi pusat persoalan dan perdebatan dikalangan banyak orang. Penjelasan keilahian Yesus secara Alkitabiah untuk mengatasi perdebatan dan persoalan yang ada.

Ayat-ayat dalam Perjanjian Baru

  1. (Matius 28:19-20) berkata: “Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus, dan ajarlah mereka melakukan segala sesuatu yang telah Kuperintahkan kepadamu. Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman” .
  2. (Matius 3:16-17) berkata: “Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya, lalu terdengarlah suara dari sorga (Bapa) yang mengatakan: “Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan”

Jadi, Doktrin tentang Tritunggal dipresentasikan di seluruh Kitab Perjanjian Baru. Berulangkali Allah menyatakan diri-Nya sendiri sebagai pribadi yang Tritunggal. Anda akan menemukan bahwa Tritunggal dijelaskan di dalam bagian-bagian Alkitab seperti; Lukas 1:35; Yoh. 14:26; Yoh. 15:26; 2 Kor. 13:14; Gal. 4:6; 1 Petrus 1:2; Yudas 20-21 & Wahyu 1:4-6. Anda juga dapat menemukan penyataan Trinitas di dalam surat Efesus beberapa kali misalnya: Efesus 1:17; 2:18; 3:14-16; 4:4-7; 5:18-20 dan 6:17-23. Dalam teks kita 2 Kor. 13:13, kita melihat ada tiga nama di sana.

Tabel Mengenai Pribadi Anak (Yesus Kristus).

Nama,sebutan Ilahi Yesus Kristus Sifat-Sifat Ilahi Yesus
  1. Ia disebut Allah (Ibr.1:8)
  2. Ia disebut Anak Allah (Mat.16:16-17)
  3. Ia disebut Raja segala raja, Tuhan segala tuan (Wah.19:16); dlsb.
  4. Ia kekal (Yoh.1:15; 8:58; 17:5,24;Kol.1:15,dll)
  5. Ia maha hadir (Mat.18:20;28:20 dll).
  6. Ia maha tahu (Yoh.2:24-25; 16:30; 21:17; Luk.6:8; 11:17) dll.
  7. Ia maha Kuasa dan berkuasa
Kuasa Ilahi Yesus

 

Tindakan Ilahi Yesus Kristus
  1. Ia berkuasa atas penyakit (Luk.4:39)
  2. Ia berkuasa atas segala yang hidup (Yoh.17:2)
  3. Ia berkuasa atas alam semesta (Mat.8:26)
  4. Ia berkuasa atas kematian (Luk.7:12-17)
    1. Ia mencipta (Yoh.1:3; Kol 1:16; Ibr.1:10)
    2. Ia menopang segala sesuatu (Kol.1:17)
    3. Ia mengampuni dosa (Mat.9:2,6; Luk.7:47-48),
    4. Ia membangkitkan orang mati (Luk.7:11-17)
    5. Ia menghukum manusia (2 Tim.4:1; Yoh.5:22-23)
    6. Ia juga memberikan hidup yang kekal (Yoh.10:28; 17:2)
    7. Ia juga menerima penyembahan dari manusia (Mat.14:33; Luk.24:52; Ibr.1:6; Yoh.20:28; Wah.5:8)

Roh Kudus adalah Allah dan Pribadi ilahi yang nyata. Dia buktikan melalui keberadaan-Nya didalam Alkitabiah.

Tabel Mengenai Roh Kudus sebagai Pribadi dan Allah.

Bukti Keberadaan Pribadi-Nya. Bukti Karya-Karya-Nya
  1. Ia memiliki pikiran (Rm 8:27)
  2. Ia memiliki perasaan (Ef.4:30)
  3. Ia memiliki kehendak (1Kor.12:11).
    1. Ia mengajar (Yoh.14:26)
    2. Ia memimpin (Rom.8:14)
    3. Ia memerintah (Kis.8:29)
    4. Ia berkata-kata (Yoh.15:26; 2 Petrus 1:21) dll.
Nama-nama Ilahi Roh Kudus Sifat-Sifat Ilahi Roh Kudus
  1. Ia disebut Allah (1Kor.6:11)
  2. Ia disebut Roh Kristus (Rom.8:9)
  3. Ia disebut Roh yang kekal (Ibr.9:11)
  4. Ia disebut Roh kebenaran (Yoh.16:13)
  5. Ia disebut Roh kemuliaan (1 Petrus 4:14)
  6. Ia disebut Roh kekudusan (Rom.1:4)
  7. Ia juga disetarakan dengan Bapa dan Anak (Mat.28:19; 2 Kor.13:13).
    1. Ia mahatahu (Yoh.14:26; 16:13; 1Kor2:10-11)
    2. Ia mahakuasa (Luk.1:35; Kis.1:2)
    3. Ia mahahadir (Maz.139:7-10)
    4. Ia memberi hidup (Rm.8:2)
    5. Ia kekal (Ibr.9:14)

Ilustrasi-Ilustrasi Mengenai Tritunggal

  1. Menurut Charles Tritunggal digambarkan seperti matahari terdiri dari panas, cahaya dan gas helium.
  2. Sebatang rokok yang terdiri dari kertas pembungkus, tembakau dan filternya.
  3. sebuah ruangan yang terdiri panjang, tinggi dan lebarnya.

Keterangan;

Ada 2 kelemahan dalam penjelasan ini;

  1. Eksistensi sesungguhnya (matahari, ruangan dan rokok) adalah hasil pencampuran atau penggabungan unsure-unsurnya. Matahari adalah hasil pencampuran antara panas, cahaya dan gas helium. Ruangan adalah hasil pencampuran atau penggabungan antara panjang, tinggi dan lebar., Roko adalah pencampuran atau penggabungan antara kertas pembungkus, tembakau dan filter.
  2. Unsur-unsur dari eksistensi sebenarnya jika berdiri sendiri tak dapat disebut sebagai eksistensi itu sendiri. Contohnya  adalah bahwa kertas pembungkus tanpa tembakau dan filter bukanlah rokok. tembakau tanpa kertas pembungkus dan filter bukanlah rokok. Demikian juga dengan matahari dan ruangan.

Jadi, Kebenaran Tritunggal menyatakan bahwa ketiga oknum itu yakni Bapa, Anak dan Roh Kudus  adalah Allah walaupun berdiri sendiri-sendiri, dan ke-Allahan Mereka bukanlah hasil dari penggabungan ketiga-Nya. Jadi, Bapa sendiri adalah Allah, Anak sendiri adalah Allah dan Roh Kudus sendiri adalah Allah. walaupun demikian Mereka bukanlah tiga Allah, melainkan satu Allah (Allah yang esa / satu kesatuan)

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: