ORANG-ORANG MUNAFIK (Mat.23:1-36)

Zaman modern ini, umat Tuhan sangat kesulitan untuk mengetahui, membedakan dan memahami siapakah orang-orang yang murni, tulus dalam pekerjaan Tuhan dan siapakah orang-orang yang munafik yang sebenarnya memakai topeng rohani yang seharusnya dicela oleh Allah. Kita sebagai orang Kristen perlu mempelajari dan merenungkan mengenai kata-kata atau kalimat “Orang-orang munafik” yang SERINGKALI disampaikan dan dilontarkan oleh Yesus Kristus kepada ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Di Alkitab seringkali Yesus mengecam orang-orang farisi dan ahli-ahli Taurat sebagai orang-orang munafik padahal mereka semua adalah pemimpin-pemimpin agama yang hebat dalam pengetahuan Taurat, tetapi mereka tetap mendapatkan cercaan dari Yesus Kristus sebagai orang-orang munafik.

Ada beberapa hal ciri-ciri orang munafik sebagai berikut;

1)     Ringan tangan (Mat.23:4) artinya mereka tidak mau mengambil bagian dalam hal-hal yang sulit, selalu melemparkan dan menaruh beban atau masalah terhadap yang lain serta  egoistis terhadap diri sendiri tanpa memperhitungkan orang lain.

2)     Cari muka (Mat.23:5-8) artinya segala sesuatu aktivitas, kegiatan, pelayan dan pekerjaan berlangsung dilaksanakan tujuannya hanya maksud supaya dilihat orang. Mereka selalu pamer rohani, menunjukkan kebolehannya, kegagahannya, kekayaannya, kepintarannya, suka mencari-cari kedudukan (gila-gilaan mengenai tahta, jabatan), suka duduk ditempat-tempat terhormat dan terdepan dalam sebuah pelayanan (di rumah ibadat) hingga mencuri apa yang menjadi hak dan kepunyaan Tuhan. Mereka lupa diri dan tidak tau diri dihadapan Tuhan Yesus, mereka tidak memahami posisi mereka dihadapan Yesus Kristus (ayat 9-10).

3)     Mereka ingin menjadi pribadi (pemimpin) yang terbesar di depan banyak orang serta mereka memiliki kesombongan di dalam hati (ayat 10-12). Artinya mereka ingin menggantikan posisi Yesus Kristus sebagai pemimpin terbesar di depan banyak orang serta orang-orang farisi dan ahli-ahli Taurat ingin mempermalukan Yesus dan ingin menjatuhkan Yesus dalam hal kedudukannya sebagai pemimpin tertinggi, tanpa melihat keterbatasannya. Hal itu pun tidak terwujud karena Yesus memahami mereka semuanya.

4)     Suka menghalang-halangi datang kepada Tuhan (Mat.23:13). Artinya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat pada waktu itu menutup pintu-pintu kerajaan sorga di depan orang banyak.  Dengan kata lain, mereka tidak memberitakan dan membagikan kebenaran (Firman Tuhan atau Taurat) yang mereka pelajari. Justru mereka menyalagunakan dan mempertopengkan Firman Tuhan (Taurat) yang mereka pelajari, dan terima. Mereka tidak melaksanakan kewajiban dan tanggungjawab secara benar dihadapan Allah.

5)     Tidak ada kepedulian terhadap sesama atau satu sama lain (Mat. 23:14). Artinya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat menelan harta orang-orang yang kurang mampu atau yang tidak mampu sama sekali. Mereka tidak memperhatikan dan tidak menolong orang-orang yang kurang mampu (tidak berdaya). Mereka justru memperkaya diri mereka masing-masing tanpa memperdulikan orang-orang lemah seperti janda-janda di dalam Alkitab. Mereka juga  memakai hal-hal yang rohani untuk menghancurkan orang-orang lemah dengan cara mengelabui banyak orang dengan perkara-perkara rohani. Hati-hati!

6)     Memiliki motivasi yang salah dalam pelayanan (Mat.23:15). Artinya mereka membawa jiwa, menobatkan jiwa atau mencari jiwa dengan motivasi yang salah (tidak benar). Mereka memiliki maksud yang lain untuk menobatkan jiwa. Mereka jadikan orang-orang yang baru bertobat ini sebagai alat mereka untuk menghasut orang-orang. Mereka tidak mendidik (melayani ) Allah sesuai dengan kehendak-Nya.

7)     Mengadakan sumpah (Mat.23 :16-22). Artinya manusia tidak mempunyai hak untuk bersumpah demi apapun. Sumpah sangat dilarang dengan keras, sebab sumpah sifatnya adalah terikat baik di bumi maupun di sorga. Melanggar sumpah maka akibatnya malapetaka yang sangat besar.

8)     Tidak fokus kepada hal-hal yang terpenting (Mat.23:23-24). Artinya orang-orang Farisi dan ahli-ahli Taurat  taat mengenai perpuluhan serta selalu mengingatkan kepada umat-Nya mengenai perpuluhan akan tetapi, mereka lupa dan mengabaikan akan hal yang terpenting di dalam Hukum Taurat yakni “KEADILAN, BELASKASIHAN DAN KESETIAAN”.

9)     Bersih di luar (indah di luar) tetapi tidak bersih (busuk) di dalam (Mat.23: 25-26). Mereka diluar kelihatan suci, putih seperti salju, lembut seperti embun dan tulus seperti merpati ternyata mereka merampas apa yang menjadi haknya Tuhan dan sesamanya serta rakus dalam banyak bidang.

10) Putih di luar tetapi di dalam hitam penuh dengan kotoran-kotoran dan tulang-tulang yang busuk. Tampaknya benar di mata orang tetapi di dalam penuh kemunafikan dan kedurjanaan (Mat.23:27-28)

11) Perkataan dengan sikap hatinya tidak sesuai dengan fakta (banyak kebohongan, sandiwara belaka dan tipu muslihat) (Mat.23:29-26)

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: