KEWAJIBAN DAN KOMITMEN PELAYAN TUHAN

KEWAJIBAN DAN KOMITMEN PELAYAN TUHAN

 

  1. Kewajiban moral terhadap Allah: membedakan antara yang baik dan yang buruk, dengan usaha yang sama sebagaimana membedakan cahaya dan kegelapa, kemudian menetapkan diri untuk menghindarkan keburukan dan merangkul kebajikan. Mengapa..??
    1. Karena Allah menciptakan kita segambar dengan-Nya.
    2. Karena Allah mengasihi kita.
    3. Karena Allah rindu bersekutu dengan kita.
    4. Bentuk kewajiban moral terhadap Allah
      1. Memuji dan menyembah-Nya.
      2. Menghormati dan takut akan Allah. Berarti akan selalu peduli dan berusaha untuk tidak melanggar atau melawan kehendak-Nya.
      3. Mematuhi hokum atau Firman-Nya.
      4. Melayani dan berkenan kepada Tuhan. Allah tidak menyukai kejahatan atau dosa, maka kita harus selalu mawas diri.
      5. Menjadi saksi dan mendirikan kerajaan-Nya.
      6. Memiliki perjanjian pribadi dengan Allah.
      7. Janji dan komitmen hamba Tuhan dalam pelayanan.
        1. Jika ada keresahan dalam kelembagaan pelayanan atau gereja, itu mesti diselesaikan pada tata norma institusi yang berlaku dengan tetap menjunjung tinggi nama gereja agar nama Tuhan tidak dipermalukan. Karena syarat menjadi pendeta adalah mampu menguasai diri, bijaksana, peramah bukan pemarah, dan pendamai ( 1Timotius 3:2,3 ).
        2. Umat yang dilayani diperlakukan dengan hormat dan martabat, bersikap baik dan ramah disertai dengan pengharapan, tidak diremehkan atau menyinggung perasaannya ( 1 Kor. 15:7).
        3. Sebagai pendeta, maka pentahbisannya mengikat pada moralitas yang baik dalam pelayanan pastoral, yang wajib mencerminkan kasih Yesus. Pendeta wajib pula untuk membantu atau menolong bila ada umatnya yang mengalami kesusahan (Ef. 4:2).
        4. Tuntutan profesi dan permasalahan etis hamba Tuhan.
          1. Tuntutan profesi
            1. Pentingnya memperoleh pendidikan dan pengetahuan teologia yang memadai, dan didukung pengetahuan umum yang relevan.
            2. Memiliki komitmen pelayanan, missal, sebagai pendeta, guru, penginjil, konselor dan sebagainya.
            3. Anggota dari kelompok yang telah menetapkan pedoman praktek.
            4. Berada dalam lembaga yang mewajibkan loyalitas seperti gereja.
            5. Melayani tujuan segera untuk menuju nilai utama. Misal, mencari jiwa baru atau PI, konseling, membina, dsb.
            6. Nilai utama itu memang khas bagi profesinya yang mendewasakan iman, menjadi saksi-Nya, dan untuk kemuliaan nama Tuhan.
    5. Permasalahan etis
      1. Rawan adanya kewajiban untuk memiliki pengetahuan dan sikap tanggungjawab.
      2. Rawan timbulnya ketegangan antara tujuan segera dan tujuan utama.
      3. Rawan munculnya konflik, karena lebih mementingkan gerejanya.

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: