SUSUNAN LITURGI GEREJA ANAK

(Dari penciptaan Manusia, Jatuh dalam Dosa dan Yesus Datang ke Dunia)

I. Liturgi Ke-1 (Kelas Kecil)

  • Roma 3:23 : “Karena semua orang telah berbuat dosa dan telah kehilangan kemuliaan Allah,” (Kaum perempuan)
  • Roma 6: 23 : “Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus,” Tuhan kita.(Kaum  Laki-laki)

 

II. Liturgi Ke-2 (Kelas Besar)

  • Kejadian 1:26-27 (Elprida)

Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.

  • Kejadian 1:31 dan Kejadian 2:7 (Efa)

Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keenam. Ketika itulah TUHAN Allah membentuk manusia itu dari debu tanah dan menghembuskan nafas hidup ke dalam hidungnya; demikianlah manusia itu menjadi makhluk yang hidup.

  • Kejadian 2:16-17 (Elsa)

Lalu TUHAN Allah memberi perintah ini kepada manusia: “Semua pohon dalam taman ini boleh kaumakan buahnya dengan bebas, tetapi pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat itu, janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.”

  • Kejadian 3:9-10 (Selvi)

Tetapi TUHAN Allah memanggil manusia itu dan berfirman kepadanya: “Di manakah engkau?” Ia menjawab: “Ketika aku mendengar, bahwa Engkau ada dalam taman ini, aku menjadi takut, karena aku telanjang; sebab itu aku bersembunyi.”

  • Kejadian 3:11-12 (Ayu)

Firman-Nya: “Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?” Manusia itu menjawab: “Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan.”

  • Kejadian 6:5-6 (Sophia)

Ketika dilihat TUHAN, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah TUHAN, bahwa Ia telah menjadikan manusia di bumi, dan hal itu memilukan hati-Nya.

  • Kejadian 6:11-12 (Nanci)

Adapun bumi itu telah rusak di hadapan Allah dan penuh dengan kekerasan. Allah menilik bumi itu dan sungguhlah rusak benar, sebab semua manusia menjalankan hidup yang rusak di bumi.

  • Yohanes 3:16-17 (Devi)

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebab Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia.

  • Yohanes 3:18-19 (Cavin)

Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia telah berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat.

  • Yohanes 1:10-11 (Samuel)

Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya. Ia datang kepada milik kepunyaan-Nya, tetapi orang-orang kepunyaan-Nya itu tidak menerima-Nya.

  • Yohanes 1:12-13 (David)

Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya; orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan dari Allah.

  • Yohanes 1:14 dan 18 (Yerikho)

Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Tidak seorangpun yang pernah melihat Allah; tetapi Anak Tunggal Allah, yang ada di pangkuan Bapa, Dialah yang menyatakan-Nya.

 

 DRAMA

 (Dalam Hal Memberikan Sedekah)

 

By: Iman Yonggi Cho Sinaga, S.Th.

 

Pengemis: Yerikho

Sasaran Pengemis:

  • Pengusaha : Samuel, Devi
  • PNS          : David, Elsa
  • Petani Pesta  : Ayu, Cavin, dll.
  • Anak-anak Sekolah Minggu : Sophia, Nanci, dan  Ana.

 

Story Seorang Pengemis dan Anak-anak sekolah minggu

Ada seorang pengemis, dia hidup sebatang kara. Dia tidak memiliki keluarga. Dia tidak tau kepada siapa dia harus berharap untuk memenuhi kebutuhannya yakni untuk dia makan. Dia selalu mengembara untuk mencari makan. Setiap hari dia bekerja sebagai pengemis untuk kebutuhannya. Namun kesulitan-kesulitan yang terjadi di dalam dirinya ketika meminta sedekah untuk makan. Seorang pengemis ini tidak putus asa, dia terus berjuang untuk mencari nafkah hidupnya walaupun banyak penolakan-penolakan. Mari kita saksikan drama ini;

Pengemis : saya lapar, saya tidak memiliki apa-apa, saya harus makan, tapi saya tidak   punya keluarga, saya hidup sebatang kara. saya tidak mempunyai uang untuk membelikan makanan. Apa yang harus saya perbuat supaya saya makan? (Perbuatan: meminta sedekah dengan tertunduk)

Pengusaha: Hei, tua bangka, ngapain ada di sini, ganggu kami aja kerja. Gak lihat kami lagi sibuk…?? kalo mau minta-minta jangan sama kami dong..?? sudah jelek, busuk, bau, compang-camping dan gak mandi lagi. (Mengelilingi pengemis sambil tutup hidung dan lihat pakaiannya). Minta sana tuh…?? ( sambil nunjuk pakai jari)  pergi…iii…( mengusir pengemis).

Pengemis;  Permisi tuan, Bu, minta sedekahnya untuk makan. Udah lama gak makan. Lapar Bu…??

PNS       : Apa…?? apa tadi kamu bilang..?? lapar…?? emang aku sapa loe…sehingga loe minta-minta..ama aku?? Emang berapa..?? Nich uangnya…(memberikan uang tapi uangnya diambil dan disiram pakai air) Dasar…tua peot…gak tau sama sapa dia minta-minta..(Muka marah)

Pengemis : capek, saya harus kemana lagi untuk cariin makan, ku udah lapar sekali…(Muka muram karena kelaparan). Ahh…..saya coba disini aja dulu

Petani Pesta : Eh teman-teman ada orang pengemis, ada apa pak tua..??  loe lapar…?? mau makan..?? teman tolong ambilkan rotinya satu…dan minumnya ( sambil di ejek dan di hina).

Pengemis; Semua, telah menghina saya, dan saya masih tetap belum mendapatkan makanan. Masih adakah ya, yang berbelas kasihan kepada saya yang lemah ini..?? padahal saya udah berupaya sekuat tenaga.

Anak-anak sekolah Minggu: Ada apa pak,..?? kenapa pak..?? bapa sepertinya lelah dan belum makan. Istirahat dulu. Kami punya makanan kecil. Mudah-mudahan bisa membantu Bapak. (Memberikan makanan dan minuman)

About Iman Yonggi Cho

All Of Jesus Christ

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 619 other followers

%d bloggers like this: